<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Rudi Regobiz</title>
	<atom:link href="http://rudyregobiz.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rudyregobiz.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Apr 2010 00:01:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rudyregobiz.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog Rudi Regobiz</title>
		<link>http://rudyregobiz.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rudyregobiz.wordpress.com/osd.xml" title="Blog Rudi Regobiz" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rudyregobiz.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PTC NEOBUX</title>
		<link>http://rudyregobiz.wordpress.com/2010/04/23/ptc-neobux/</link>
		<comments>http://rudyregobiz.wordpress.com/2010/04/23/ptc-neobux/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 00:01:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>regobiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudyregobiz.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Di luaran sana terdapat ribuan bahkan mungkin puluhan ribu program PTC yang online &#38; mengklaim bahwa mereka membayar, namun pada kenyataannya saya yakin tidak lebih dari 1% dari keseluruhan program PTC tersebut yang akan benar benar membayar anda, saya tidak menakut-nakuti anda, namun saya berbicara apa adanya. Neobux merupakan PTC terpercaya yang selalu membayar membernya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=97&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/"><img src="http://images.neobux.com/imagens/banner/" width="468" height="60" border="0"></a></p>
<p>Di luaran sana terdapat ribuan bahkan mungkin puluhan ribu program PTC yang online &amp; mengklaim bahwa mereka membayar, namun pada kenyataannya saya yakin tidak lebih dari 1% dari keseluruhan program PTC tersebut yang akan benar benar membayar anda, saya tidak menakut-nakuti anda, namun saya berbicara apa adanya. Neobux merupakan PTC terpercaya yang selalu membayar membernya. Neobux adalah PTC terkanal di dunia, sehingga sering di sebut raja PTC.  Sudah banyak orang yang membuktikan bahwa Neobux bukan scam, dan benar-benar membayar. Tidak sedikit dari para senior-senior yang bergabung di Neobux, berhasil mendapatkan kesuksesannya.</p>
<p>Proses registrasi pada neobux sebenarnya sangat sederhana, setelah anda mengunjungi websitenya melalui link ini, lalu masuk ke halaman register (bagian kanan atas), masukkan data username &amp; password yang ingin anda gunakan, tahun lahir, termasuk &#8220;email valid&#8221; yg anda miliki, &amp; email paypal. dan setelah anda mendaftar pastikan setelahnya anda &#8220;memverifikasi&#8221; proses pendaftaran anda melalui email valid yang anda daftarkan tersebut.<br />
Pastikan anda telah memiliki rekening paypal, karena proses pembayaran komisi akan dilakukan ke rekening tersebut nanti</p>
<p>Silahkan mendaftar Neobux <a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/"><strong>disini</strong></a></p>
<p><a href="http://en.support.wordpress.com/affiliate-links/"><img src="http://images.neobux.com/imagens/banner/" width="468" height="60" border="0"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudyregobiz.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudyregobiz.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudyregobiz.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudyregobiz.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudyregobiz.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudyregobiz.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudyregobiz.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudyregobiz.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudyregobiz.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudyregobiz.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudyregobiz.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudyregobiz.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudyregobiz.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudyregobiz.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=97&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudyregobiz.wordpress.com/2010/04/23/ptc-neobux/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b286cca071f9fd38ee23090604c0a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">regobiz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.neobux.com/imagens/banner/" medium="image" />

		<media:content url="http://images.neobux.com/imagens/banner/" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Rangka Pada Manusia</title>
		<link>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/12/18/sistem-rangka-pada-manusia/</link>
		<comments>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/12/18/sistem-rangka-pada-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 03:29:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>regobiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tubuh manusia]]></category>
		<category><![CDATA[rangka]]></category>
		<category><![CDATA[sistem organ]]></category>
		<category><![CDATA[tulang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudyregobiz.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Sistem rangka adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang angota badan atas dan bawah. Tulang-tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Kemudian sistem [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=58&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem rangka adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, rangka penopang tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, tulang angota badan atas dan bawah.</p>
<p>Tulang-tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Kemudian sistem rangka ini bersama-sama menyusun kerangka tubuh. Sistem rangka membentuk dasar dari tubuh manusia. Semua organ-organ, daging, darah, otot, cair dan udara semua terkandung dalam tubuh dan memiliki kestabilan dan kekuatan tertentu karena tulang. The 206 tulang dalam tubuh membentuk sistem rangka. Tulang-tulang ini didukung oleh sumsum tulang, yang dihasilkan oleh bentuk energi paling murni di dalam tubuh.</p>
<p>Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.</p>
<p>Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya.</p>
<p>Secara garis besar, rangka (skeleton) manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial (tumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggota tubuh).</p>
<p><strong>A. Rangka Aksial</strong></p>
<p>Rangka aksral terdiri dari tulang belakang (vertebra), tulang tengkorak, dan tulang rusuk.</p>
<p><strong>1) Tengkorak</strong></p>
<p>Tengkorak berfungsi melindungi otak. Hubungan tulang yang terdapat pada tempurung kepala bersifat suture, yaitu tidak dapat digerakkan.</p>
<p><strong>2) Tulang Belakang</strong></p>
<p>Pada tulang belakang terjadi pelengkungan &#8211; pelengkungan yang berfungsi untuk menyangga berat dan memungkinkan manusia melakukan berbagai jenis posisi dan gerakar misalnya berdiri, duduk, atau berlari.</p>
<p><strong>3) Hioid</strong></p>
<p>Hioid merupakan tulang yang berbentuk huruf U, terdapat di antara laring dan mandibula.</p>
<p>Hioid berfungsi sebagai tempat pelekatan beberapa otot mulut dan lidah.</p>
<p><strong>4) Tulang dada dan tulang rusuk</strong></p>
<p>Tulang dada dan tulang rusuk bersamaan membentuk perisai pelindung bagi organ – organ penting yang terdapat di dada, yaitu paru – paru dan jantung. Tulang rusuk juga berhubungan dengan tulang belakang.</p>
<p><strong>B. Rangka Apendikuler</strong></p>
<p>Rangka apendikuler terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-tulang lengan, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum rangka apendikuler menyusun alat gerak, yaitu tangan dan kaki yang dibedakan atas rangka bagian atas dan rangka bagian bawah.</p>
<p>Tulang rangka apendikuler bagian atas terdiri atas beberapa tulang sebagai berikut:</p>
<p><strong>1) Tulang Selangka</strong></p>
<p>Tulang selangka atau tulang leher membentuk bagian depan bahu.</p>
<p><strong>2) Tulang Belikat</strong></p>
<p>Tulang belikat terdapat di atas sendi bahu dan merupakan bagian pembentuk bahu.</p>
<p><strong>3) Tulang Pangkal Lengan, Pengumpil, Hasta</strong></p>
<p>Tulang pangkal lengan bersama dengan tulang pengumpil dan tulang hasta menyusun alat gerak, yaitu tangan.</p>
<p><strong>4) Tangan</strong></p>
<p>Tulang tangan tersusun atas tulang-tulang pergelangan tangan, telapak tangan, dan jari tangan. Tangan disusun oleh karpal skafoid, lunate, triquetrum, pisiform, trapesium, trapesoid, kapitatum, hamate. Telapak tangan (metakarpal) terdiri dari bagian dasar, batang, dan kepala. Jari tangan terdiri dari tiga ruas, kecuali ibu jari yang mempunyai dua ruas.</p>
<p><strong>5) Kaki</strong></p>
<p>Tulang apendikuler bagian bawah terdiri atas beberapa tulang yang menyusun kaki (alat gerak bagian bawah).</p>
<p>Kaki terdiri atas tulang kaki dan telapak kaki. Tulang kaki disusun oleh tulang paha , tempurung lutut, tulang kering dan tulang betis. Pergelangan kaki disusun oleh tulang tumit, kalkaneus, talus, kuboid, navikular, kuneiformis, dan jari – jari.</p>
<p><strong>Kerangka tubuh manusia</strong></p>
<p>Kerangka manusia tersusun dari tulang-tulang, baik tulang yang panjang maupun tulang pendek. Lalu, apa fungsi kerangka bagi manusia ? Fungsinya diantaranya adalah :</p>
<p>* Untuk memberikan bentuk keseluruhan bagi tubuh</p>
<p>* Menjaga agar organ tubuh tetap berada di tempatnya</p>
<p>* Melindungi organ-organ tubuh seperti otak, jantung, dan paru-paru</p>
<p>* Untuk bergerak ketika dikehendaki otot</p>
<p>* Menghasilkan sel darah di dalam sumsum tulang.</p>
<p><strong>Jenis-jenis tulang</strong></p>
<p>Tulang dikelompokkan menurut bentuknya menjadi :</p>
<p><strong>* Tulang pipa</strong></p>
<p>Contohnya tulang paha</p>
<p><strong>* Tulang pendek</strong></p>
<p>Contohnya tulang pergelangan</p>
<p><strong>* Tulang pipih</strong></p>
<p>Contohnya tulang bahu</p>
<p><strong>* Tulang tak beraturan</strong></p>
<p>Contohnya tulang rahang</p>
<p><strong>Susunan tulang pipa</strong></p>
<p>1. Epiphysis (kepala)</p>
<p>2. Metaphysis (batang)</p>
<p>3. Periosteum: lapisan tipis</p>
<p>4. Tulang yang keras dan pekat</p>
<p>5. Bagian yang lembut seperti spon</p>
<p>6. Rongga sumsum</p>
<p>7. Cartilage (tulang rawan)</p>
<p><strong>Nama-nama tulang pada tubuh</strong></p>
<p><a href="http://rudyregobiz.files.wordpress.com/2009/12/kerangka.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-61" title="KERANGKA" src="http://rudyregobiz.files.wordpress.com/2009/12/kerangka.jpg?w=475" alt=""   /></a>1. Cranium (tengkorak)</p>
<p>2. Mandibula (tulang rahang)</p>
<p>3. Clavicula (tulang selangka)</p>
<p>4. Scapula (tulang belikat)</p>
<p>5. Sternum (tulang dada)</p>
<p>6. Rib (tulang rusuk)</p>
<p>7. Humerus (tulang pangkal lengan)</p>
<p>8. Vertebra (tulang punggung)</p>
<p>9. Radius (tulang lengan)</p>
<p>10. Ulna (tulang hasta)</p>
<p>11. Carpal (tulang pergelangan tangan)</p>
<p>12. Metacarpal (tulang telapak tangan)</p>
<p>13. Phalanges (ruas jari tangan dan jari kaki)</p>
<p>14. Pelvis (tulang panggul)</p>
<p>15. Femur (tulang paha)</p>
<p>16. Patella (tulang lutut)</p>
<p>17. Tibia (tulang kering)</p>
<p>18. Fibula (tulang betis)</p>
<p>19. Tarsal (tulang pergelangan kaki)</p>
<p>20. Metatarsal (tulang telapak kaki)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudyregobiz.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudyregobiz.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudyregobiz.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudyregobiz.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudyregobiz.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudyregobiz.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudyregobiz.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudyregobiz.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudyregobiz.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudyregobiz.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudyregobiz.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudyregobiz.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudyregobiz.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudyregobiz.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=58&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/12/18/sistem-rangka-pada-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b286cca071f9fd38ee23090604c0a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">regobiz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rudyregobiz.files.wordpress.com/2009/12/kerangka.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KERANGKA</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Endokrin Pada Manusia</title>
		<link>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/12/18/sistem-endokrin-pada-manusia/</link>
		<comments>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/12/18/sistem-endokrin-pada-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 03:14:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>regobiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tubuh manusia]]></category>
		<category><![CDATA[endokrin]]></category>
		<category><![CDATA[sistem organ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudyregobiz.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[sistem endoktrin adalah sistem yang berfungsi untuk memproduksi hormon yang mengatur aktivitas tubuh. Terdiri atas kelenjar tiroid, kelenjar hipofisa/putuitari, kelenjar pankreas, kelenjar kelamin, kelenjar suprarenal, kelenjar paratiroid dan kelenjar buntu. Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=47&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sistem endoktrin adalah sistem yang berfungsi untuk memproduksi hormon yang mengatur aktivitas tubuh. Terdiri atas kelenjar tiroid, kelenjar hipofisa/putuitari, kelenjar pankreas, kelenjar kelamin, kelenjar suprarenal, kelenjar paratiroid dan kelenjar buntu.</p>
<p>Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf.</p>
<p>Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem saraf bekerja melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf.</p>
<p><strong><span style="font-size:medium;">A. Struktur</span></strong></p>
<p>Terdapat dua tipe kelenjar yaitu eksokrin dan endokrin. Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya ke dalam duktus pada permukaan tubuh, seperti kulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus intestinal. Kelenjar endokrin termasuk hepar, pankreas (kelenjar eksokrin dan endokrin), payudara, dan kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sebaliknya, kelenjar endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah. Kelenjar endokrin termasuk :</p>
<p>1. Pulau Langerhans pada Pankreas</p>
<p>2. Gonad (ovarium dan testis)</p>
<p>3. Kelenjar adrenal, hipofise, tiroid dan paratiroid, serta timus</p>
<p><strong><span style="font-size:medium;">B. Hormon dan fungsinya</span></strong></p>
<p>Kata hormon berasal dari bahasa Yunani hormon yang artinya membuat gerakan atau membangkitkan. Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur kehidupan. Sistem endokrin mempunyai lima fungsi umum :</p>
<p>1. Membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pada janin yang sedang berkembang</p>
<p>2. Menstimulasi urutan perkembangan</p>
<p>3. Mengkoordinasi sistem reproduktif</p>
<p>4. Memelihara lingkungan internal optimal</p>
<p>5. Melakukan respons korektif dan adaptif ketika terjadi situasi darurat</p>
<p><strong><span style="font-size:medium;">C. Klasifikasi</span></strong></p>
<p>Dalam hal struktur kimianya, hormon diklasifikasikan sebagai hormon yang larut dalam air atau yang larut dalam lemak. Hormon yang larut dalam air termasuk polipeptida (mis., insulin, glukagon, hormon adrenokortikotropik (ACTH), gastrin) dan katekolamin (mis., dopamin, norepinefrin, epinefrin)Hormon yang larut dalam lemak termasuk steroid (mis., estrogen, progesteron, testosteron, glukokortikoid, aldosteron) dan tironin (mis., tiroksin). Hormon yang larut dalam air bekerja melalui sistem mesenger-kedua, sementara hormon steroid dapat menembus membran sel dengan bebas.D. Karakteristik Meskipun setiap hormon adalah unik dan mempunyai fungsi dan struktur tersendiri, namun semua hormon mempunyai karakteristik berikut.Hormon disekresi dalam salah satu dari tiga pola berikut (1) sekresi diurnal adalah pola yang naik dan turun dalam periode 24 jam. Kortisol adalah contoh hormon diurnal. Kadar kortisol meningkat pada pagi hari dan turun pada malam hari. (2) Pola sekresi hormonal pulsatif dan siklik naik turun sepanjang waktu tertentu, seperti bulanan. Estrogen adalah non siklik dengan puncak dan lembahnya menyebabkan siklus menstruasi. (3) Tipe sekresi hormonal yang ketiga adalah variabel dan tergantung pada kadar subtrat lainnya. Hormon paratiroid disekresi dalam berespons terhadap kadar kalsium serum.</p>
<p>Hormon bekerja dalam sistem umpan balik. Loop umpan balik dapat positif atau negatif dan memungkinkan tubuh untuk dipertahankan dalam situasi lingkungan optimal. Hormon mengontrol laju aktivitas selular. Hormon tidak mengawali perubahan biokimia. Hormon hanya mempegaruhi sel-sel yang mengandung reseptor yang sesuai, yang melalukan : fungsi spesifik. Hormon mempunyai fungsi dependen dan interdependen. Pelepasan hormon dari satu kelenjar sering merangsang pelepasan hormone dari kelenjar lainnya. Hormone secara konstan di reactivated oleh hepar atau mekanisme lain dan diekskresi oleh ginjal.</p>
<p><strong><span style="font-size:medium;">E. Regulasi</span></strong></p>
<p>Peran hipotalamus dan kelenjar hipofiseDua kelenjar endokrin yang utama hádala hipotalamus dan hipofise. Aktivitas endokrin dikontrol secara langsung dan tak langsung oleh hipotalamus, yang menghubungkan sistem persarafan dengan sistem endokrin. Dalam berespons terhadap input dari area lain dalam otak dan dari hormon dalam dalam darah, neuron dalam hipotalamus mensekresi beberapa hormon realising dan inhibiting. Hormon ini bekerja pada sel-sel spesifik dalam kelenjar pituitary yang mengatur pembentukan dan sekresi hormon hipofise. Hipotalamus dan kelenjar hipofise dihubungkan oleh infundibulum.Hormon yang disekresi dari setiap kelenjar endokrin dan kerja dari masing-masing hormon. Perhatikan bahwa setiap hormon yang mempengaruhi organ dan jaringan terletak jauh dari tempat kelenjar induknya. Misalnya oksitosin, yang dilepaskan dari lobus posterior kelenjar hipofise, menyebabkan kontraksi uterus. Hormon hipofise yang mengatur sekresi hormon dari kelenjar lain disebut hormon tropik. Kelenjar yang dipengaruhi oleh hormon disebut kelenjar  target.</p>
<p><strong>Sistem umpan balik</strong></p>
<p>Kadar hormon dalam darah juga dikontrol oleh umpan balik negatif manakala kadar hormon telah mencukupi untuk menghasilkan efek yang dimaksudkan, kenaikan kadar hormon lebih jauh dicegah oleh umpan balik negatif. Peningkatan kadar hormon mengurangi perubahan awal yang memicu pelepasan hormon. Misalnya peningkatan sekresi ACTH dari kelenjar pituitari anterior merangsang peningkatan pelepasan kortisol dari korteks adrenal, menyebabkan penurunan pelepasan ACTH lebih banyak. Kadar substansi dalam darah selain hormon juga memicu pelepasan hormon dan dikontrol melalui Sistem umpan balik. Pelepasan insulin dari pulau langerhan di pankreas didorong oleh kadar glukosa darah.Aktivasi sel-sel targetManakala hormon mencapai sel target, hormon akan mempengaruhi cara sel berfungsi dengan satu atau dua metoda, pertama melalui penggunaan mediator intraselular dan kedua mengaktifkan gen-gen di dalam sel. Salah satu mediator intraselular adalah cyclic adenosine monophosphate (cAMP), yang berikatan dengan permukaan dalam dari membran sel. Ketika hormon melekat pada sel, kerja sel akan mengalami sedikit perubahan. Misalnya, ketika hormon pankreatik glukagon berikatan dengan sel-sel hepar, kenaikan kadar AMP meningkatkan pemecahan glikogen menjadi glukosa. Jika hormon mengaktifkan sel dengan berinteraksi dengan gen, gen akan mensitesa mesenger RNA (mRNA) dan pada akhirnya protein (mis., enzim, steroid). Substansi ini mempengaruhi reaksi dan proses selular.</p>
<p><strong>1.Struktur dan fungsi hipotalamus</strong></p>
<p>Hipotalamus terletak di batang otak tepatnya di dienchepalon, dekat dengan ventrikel otak ketiga (ventrikulus tertius) Hipotalamus sebagai pusat tertinggi sistem kelenjar endokrin yang menjalankan fungsinya melalui humoral (hormonal) dan saraf. Hormon yang dihasilkan hipotalamus sering disebut faktor R dan I mengontrol sintesa dan sekresi hormon hipofise anterior sedangkan kontrol terhadap hipofise posterior berlangsung melalui kerja saraf. Pembuluh darah kecil yang membawa sekret hipotalamus ke hipofise disebut portal hipotalamik hipofise. Hormon-hormon hipotalamus antara lain:a. ACTH : Adrenocortico Releasing Hormonb. ACIH : Adrenocortico Inhibiting Hormonc. TRH : Tyroid Releasing Hormpnd. TIH : Tyroid Inhibiting Hormone. GnRH : Gonadotropin Releasing Hormonf. GnIH : Gonadotropin Inhibiting Hormong. PTRH : Paratyroid Releasing Hormonh. PTIH : Paratyroid Inhibiting Hormoni. PRH : Prolaktin Releasing Hormonj. PIH : Prolaktin Inhibiting Hormonk. GRH : Growth Releasing Hormonl. GIH : Growth Inhibiting Hormonm. MRH : Melanosit Releasing Hormonn. MIH : Melanosit Inhibiting Hormon</p>
<p>Hipotalamus sebagai bagian dari sistem endokrin mengontrol sintesa dan sekresi hormon-hormon hipofise. Hipofise anterior dikontrol oleh kerja hormonal sedang bagian posterior dikontrol melalui kerja saraf.</p>
<p><strong>2. Struktur dan Fungsi Hipofise</strong></p>
<p>Hipofise terletak di sella tursika, lekukan os spenoidalis basis cranii. Berbentuk oval dengan diameter kira-kira 1 cm dan dibagi atas dua lobus Lobus anterior, merupakan bagian terbesar dari hipofise kira-kira 2/3 bagian dari hipofise. Lobus anterior ini juga disebut adenohipofise. Lobus posterior, merupakan 1/3 bagian hipofise dan terdiri dari jaringan saraf sehingga disebut juga neurohipofise. Hipofise stalk adalah struktur yang menghubungkan lobus posterior hipofise dengan hipotalamus. Struktur ini merupakan jaringan saraf.</p>
<p>Lobus intermediate (pars intermediate) adalah area diantara lobus anterior dan posterior, fungsinya belum diketahui secara pasti, namun beberapa referensi yang ada mengatakan lobus ini mungkin menghasilkan melanosit stimulating hormon (MSH). Secara histologis, sel-sel kelenjar hipofise dikelompokan berdasarkan jenis hormon yang disekresi yaitu:</p>
<p>a. Sel-sel somatotrof bentuknya besar, mengandung granula sekretori, berdiameter 350-500 nm dan terletak di sayap lateral hipofise. Sel-sel inilah yang menghasilkan hormon somatotropin atau hormon pertumbuhan.</p>
<p>b. Sel-sel lactotroph juga mengandung granula sekretori, dengan diameter 27-350 nm, menghasilkan prolaktin atau laktogen.</p>
<p>c. Sel-sel Tirotroph berbentuk polihedral, mengandung granula sekretori dengan diameter 50-100 nm, menghasilkan TSH.</p>
<p>d. Sel-sel gonadotrof diameter sel kira-kira 275-375 nm, mengandung granula sekretori, menghasilakan FSH dan LH. Ssel-sel kortikotrof diameter sel kira-kira 375-550 nm, merupakan granula terbesar, menghasilkan ACTH.</p>
<p>e. Sel nonsekretori terdiri atas sel kromofob. Lebih kurang 25% “sel kelenjar hipofise tidak dapat diwarnai dengan pewarnaan yang lazim digunakan dan karena itu disebut sel-sel kromofob. Pewarnaan yang sering dipakai adalah carmosin dan erytrosin. Sel foli-kular adalah sel-sel yang berfolikel.Hipofise menghasilkan hormon tropik dan nontropik. Hormon tropik akan mengontrol sintesa dan sekresi hormon kelenjar sasaran sedangkan hormon nontropik akan bekerja langsung pada organ sasaran. Kemampuan hipofise dalam mempengaruhi atau mengontrol langsung aktivitas kelenjar endokrin lain menjadikan hipofise dijuluki master of gland.</p>
<p><strong>3. Struktur dan Fungsi Kelenjar Tiroid</strong></p>
<p>Kelenjar tiroid terletak pada leher bagian depan, tepat di bawah kartilago krikoid, disamping kiri dan kanan trakhea. Pada orang dewasa beratnya lebih kurang 18 gram. Kelenjar ini terdiri atas dua lobus yaitu lobus kiri kanan yang dipisahkan oleh isthmus. Masing-masing lobus kelenjar ini mempunyai ketebalan lebih kurang 2 cm, lebar 2,5 cm dan panjangnya 4 cm. Tiap-tiap lobus mempunyai lobuli yang di masing-masing lobuli terdapat folikel dan parafolikuler. Di dalam folikel ini terdapat rongga yang berisi koloid dimana hormon-hormon disintesa.kelenjar tiroid mendapat sirkulasi darah dari arteri tiroidea superior dan arteri tiroidea inferior. Arteri tiroidea superior merupakan percabangan arteri karotis eksternal dan arteri tiroidea inferior merupakan percabangan dari arteri subklavia.Lobus kanan kelenjar tiroid mendapat suplai darah yang lebih besar dibandingkan dengan lobus kiri. Dipersarafi oleh saraf adrenergik dan kolinergik. saraf adrenergik berasal dari ganglia servikalis dan kolinergik berasal dari nervus vagus.</p>
<p>Kelenjar  tiroid menghasilkan tiga jenis hormon yaitu T3, T4 dan sedikit kalsitonin. Hormon T3 dan T4 dihasilkan oleh folikel sedangkan kalsitonin dihasilkan oleh parafolikuler. Bahan dasar pembentukan hormon-hormon ini adalah yodium yang diperoleh dari makanan dan minuman. Yodium yang dikomsumsi akan diubah menjadi ion yodium (yodida) yang masuk secara aktif ke dalam sel kelenjar dan dibutuhkan ATP sebagai sumber energi. Proses ini disebut pompa iodida, yang dapat dihambat oleh ATP-ase, ion klorat dan ion sianat.</p>
<p>Sel folikel membentuk molekul glikoprotein yang disebut Tiroglobulin yang kemudian mengalami penguraian menjadi mono iodotironin (MIT) dan Diiodotironin (DIT). Selanjutnya terjadi reaksi penggabungan antara MIT dan DIT yang akan membentuk Tri iodotironin atau T3 dan DIT dengan DIT akan membentuk tetra iodotironin atau tiroksin (T4). Proses penggabungan ini dirangsang oleh TSH namun dapat dihambat oleh tiourea, tiourasil, sulfonamid, dan metil kaptoimidazol. Hormon T3 dan T4 berikatan dengan protein plasma dalam bentuk PBI (protein binding Iodine). Fungsi hormon-hormon tiroid antara adalah:</p>
<p>a. Mengatur laju metabolisme tubuh. Baik T3 dan T4 kedua-duanya meningkatkan metabolisme karena peningkatan komsumsi oksigen dan produksi panas. Efek ini pengecualian untuk otak, lien, paru-paru dan testes</p>
<p>b. Kedua hormon ini tidak berbeda dalam fungsi namun berbeda dalam intensitas dan cepatnya reaksi. T3 lebih cepat dan lebih kuat reaksinya tetapi waktunya lebih singkat dibanding dengan T4. T3 lebih sedikit jumlahnya dalam darah. T4 dapat dirubah menjadi T3 setelah dilepaskan dari folikel kelenjar.</p>
<p>c. Memegang peranan penting dalam pertumbuhan fetus khususnya pertumbuhan saraf dan tulang</p>
<p>d. Mempertahankan sekresi GH dan gonadotropin</p>
<p>e. Efek kronotropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambah kekuatan kontraksi otot dan menambah irama jantung.f. Merangsang pembentukan sel darah merahg. Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernapasan sebagai kompensasi tubuh terhadap kebutuhan oksigen akibat metabolisme h. Bereaksi sebagai antagonis insulinTirokalsitonin mempunyai jaringan sasaran tulang dengan fungsi utama menurunkan kadar kalsium serum dengan menghambat reabsorpsi kalsium di tulang. Faktor utama yang mempengaruhi sekresi kalsitonin adalah kadar kalsium serum. Kadar kalsium serum yang rendah akan menekan ;pengeluaran tirokalsitonin dan sebaliknya peningkatan kalsium serum akan merangsang pengeluaran tirokalsitonin. Faktor tambahan adalah diet kalsium dan sekresi gastrin di lambung.</p>
<p><strong>4. Struktur dan Fungsi Kelenjar Paratiroid</strong></p>
<p>Kelenjar paratiroid menempel pada bagian anterior dan posterior kedua lobus kelenjar tiroid oleh karenanya kelenjar paratiroid berjumlah empat buah. Kelenjar ini terdiri dari dua jenis sel yaitu chief cells dan oxyphill cells. Chief cells merupakan bagian terbesar dari kelenjar paratiroid, mensintesa dan mensekresi hormon paratiroid atau parathormon disingkat PTH.</p>
<p>Parathormon mengatur metabolisme kalsium dan posfat tubuh. Organ :argetnya adalah tulang, ginjal dan usus kecil (duodenum). Terhadap tulang, PTH mempertahankan resorpsi tulang sehingga kalsium serum :neningkat. Di tubulus ginjal, PTH mengaktifkan vitamin D. Dengan vitamin D yang aktif akan terjadi peningkatan absorpsi kalsium dan posfat dari intestin. Selain itu hormon inipun akan meningkatkan reabsorpsi Ca dan Mg di tubulus ginjal, meningkatkan pengeluaran Posfat, HCO3 dan Na. karena sebagian besar kalsium disimpan di tulang maka efek PTH lebih besar terhadap tulang. Factor yang mengontrol sekresi PTH adalah kadar kalsium serum di samping tentunya PTSH</p>
<p><strong>5. Struktur dan fungsi kelenjar Pankreas</strong></p>
<p>Pankreas terletak di retroperiotoneal rongga abdomen bagian atas, dan terbentang horizontal dari cincin duodenal ke lien. Panjang sekitar 10-20 cm dan lebar 2,5-5 cm. mendapat pasokan darah dari arteri mensenterika superior dan splenikus.</p>
<p>Pankreas berfungsi sebagai organ endokrin dan eksokrin. Fungsinya sebagai organ endokrin didukung oleh pulau-pulau Langerhans. Pulau-pulau Langerhans terdiri tiga jenis sel yaitu; sel alpha yang menghasilkan yang menghasilkan glukoagon, sel beta yang menghasilkan insulin, dan sel deltha yang menghasilkan somatostatin namun fungsinya belum jelas diketahui.</p>
<p>Organ sasaran kedua hormon ini adalah hepar, otot dan jaringan lemak. Glukagon dan insulin memegang peranan penting dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Bahkan keseimbangan kadar gula darah sangat ,dipengaruhi oleh kedua hormon ini. Fungsi kedua hormon ini saling bertolak belakang. Kalau secara umum, insulin menurunkan kadar gula darah sebaliknya untuk glukagon meningkatkan kadar gula darah. Perangsangan glukagon bila kadar gula darah rendah, dan asam amino darah meningkat. Efek glukoagon ini juga sama dengan efek kortisol, GH dan epinefrin.Dalam meningkatkan kadar gula darah, glukagon merangsang glikogenolisis (pemecahan glikogen menjadi glukosa) dan meningkatkan transportasi asam amino dari otot serta meningkatkan glukoneogenesis (pemecahan glukosa dari yang bukan karbohidrat). Dalam metabolisme lemak, glukagon meningkatkan lipolisis (pemecahan lemak).Dalam menurunkan kadar gula darah, insulin sebagai hormon anabolik terutama akan meningkatkan difusi glukosa melalui membran sel di jaringan. Efek anabolik penting lainnya dari hormon insulin adalah sebagai berikut:a. Efek pada hepar1) Meningkatkan sintesa dan penyimpanan glukosa2) Menghambat glikogenolisis, glukoneogenesis dan ketogenesis3) Meningkatkan sintesa trigliserida dari asam lemak bebas di heparb. Efek pada otot1) Meningkatkan sintesis protein2) Meningkatkan transportasi asam amino3) Meningkatkan glikogenesisc. Efek pada jaringan lemak</p>
<p>1) Meningkatkan sintesa trigliserida dari asam lemak bebas</p>
<p>2) Meningkatkan penyimpanan trigliserida3) Menurunkan lipolisis</p>
<p><strong>6. Struktur dan Fungsi Kelenjar Adrenal</strong></p>
<p>Terletak di kutub atas kedua ginjal. Disebut juga sebagai kelenjar suprarenalis karena letaknya di atas ginjal. Dan kadang juga disebut sebagai kelenjar anak ginjal karena menempel pada ginjal.</p>
<p>Kelenjar adrenal terdiri dari dua lapis yaitu bagian korteks dan bagian medulla. Keduanya menunjang dalam ketahanan hidup dan kesejahteraan, namun hanya korteks yang esensial untuk kehidupan.</p>
<p><strong>a.Korteks adrenal</strong></p>
<p>Korteks adrenal esensial untuk bertahan hidup. Kehilangan hormon adrenokortikal dapat menyebabkan kematian. Korteks adrenal mensintesa tiga kelas hormon steroid yaitu mineralokortikoid, glukokortikoid, dan androgen.</p>
<p><strong>b. Mineralokortikoid</strong></p>
<p>Mineralokortikoid (pada manusia terutama adalah aldosteron) dibentuk pada zona glomerulosa korteks adrenal. Hormon ini mengatur keseimbangan elektrolit dengan meningkatkan retensi natrium dan ekskresi kalium. Aktivitas fisiologik ini selanjutnya membantu dalam mempertahankan tekanan darah normal dan curah jantung. Defisiensi mineralokortikoid (penyakit Addison’s) mengarah pada hipotensi, hiperkalemia, penurunan curah jantung, dan dalam kasus akut, syok. Kelebihan mineralokortikoid mengakibatkan hipertensi dan hipokalemia.</p>
<p><strong>c. Glukokortikoid</strong></p>
<p>Glukokortikoid dibentuk dalam zona fasikulata. Kortisol merupakan glukokortikoid utama pada manusia. Kortisol mempunyai efek pada tubuh antara lain dalam: metabolisms glukosa (glukosaneogenesis) yang meningkatkan kadar glukosa darah; metabolisme protein; keseimbangan cairan dan elektrolit; inflamasi dan imunitas; dan terhadap stresor.</p>
<p><strong>d. Hormon seks</strong></p>
<p>Korteks adrenal mensekresi sejumlah kecil steroid seks dari zona retikularis. Umumnya adrenal mensekresi sedikit androgen dan estrogen dibandingkan dengan sejumlah besar hormon seks yang disekresi oleh gonad. Namun produksi hormon seks oleh kelenjar adrenal dapat menimbulkan gejala klinis. Misalnya, kelebihan pelepasan androgen menyebabkan virilisme. sementara kelebihan pelepasan estrogen (mis., akibat karsinoma adrenal menyebabkan ginekomastia dan retensi natrium dan air.</p>
<p><strong>7. Struktur dan Fungsi Kelenjar Gonad</strong></p>
<p>Terbentuk pada minggu-minggu pertama gestasi dan tampak jelas pada minggu kelima. Difrensiasi jelas dengan mengukur kadar testosteron fetal terlihat jelas pada minggu ke tujuh dan ke delapan gestasi. Keaktifan kelenjar gonad terjadi pada masa prepubertas dengan meningkatnya sekresi gonadotropin (FSH dan LH) akibat penurunan inhibisi steroid.</p>
<p><strong>a. Testes </strong></p>
<p>Dua buah testes ada dalam skrotum. Testis mempunyai dua fungsi yaitu sebagai organ endokrin dan organ reproduksi. Menghasilkan hormone testosteron dan estradiol dibawah pengaruh LH. Testosteron diperlukan untuk mempertahankan spermatogenesis sementara FSH diperlukan untuk memulai dan mempertahankan spermatogenesis.Estrogen mempunyai efek menurunkan konsentrasi testosteron melalaui umpan balik negatif terhadap FSH sementara kadar testosteron dan estradiol menjadi umpan balik negatif terhadap LH. Fungsi testis sebagai organ reproduksi berlangsung di tubulus seminiferus.Efek testosteron pada fetus merangsang diferensiasi dan perkembangan genital ke arah pria. Pada masa pubertas hormon ini akan merangsang perkembangan tanda-tanda seks sekunder seperti perkembangan bentuk tubuh, pertumbuhan dan perkembangan alat genital, distribusi rambut tubuh, pembesaran laring dan penebalan pita suara serta perkembangan sifat agresif. Sebagai hormon anabolik, akan merangsang pertumbuhan dan penutupan epifise tulang.</p>
<p><strong>b. Ovarium</strong></p>
<p>Seperti halnya testes, ovarium juga berfungsi sebagai organ endokrin dan organ reproduksi. Sebagai organ endokrin, ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Sebagai organ reproduksi, ovarium menghasilkan ovum (sel telur) setiap bulannya pada masa ovulasi untuk selanjutnya siap untuk dibuahi sperma. Estrogen dan progesteron akan mempengaruhi perkembangan seks sekunder, menyiapkan endometrium untuk menerima hasil konsepsi serta mempertahankan proses laktasi.</p>
<p>Estrogen dibentuk di sel-sel granulosa folikel dan sel lutein korpus luteum. Progesteron juga dibentuk di sel lutein korpus luteum.</p>
<p><strong>Patofisiologi Umum Gangguan Sistem Endokrin</strong></p>
<p>Untuk memudahkan pengertian kita tentang patofisiologi pada berbagai kelainan kelenjar endokrin, berikut akan dihantarkan gambaran sepintas tentang patofisiologi umum gangguan endokrin, mengingat fungsi sistem endokrin yang kompleks dan rumit mencakup mekanisme kerja hormonal dan adanya mekanisme umpan balik yang negatif yang sudah barang tentu akan mempengaruhi perjalanan penyakit.</p>
<p>Seperti lazimnya kelainan-kelainan pada organ tubuh, pada kelenjar endokrin pun berlaku hal yang sama dimana gangguan fungsi yang terjadi dapat diakibatkan oleh:</p>
<ol>
<li>Peradangan atau infeksi</li>
</ol>
<ol>
<li>Tumor atau keganasan</li>
</ol>
<ol>
<li>Degenerasi</li>
</ol>
<ol>
<li>Idiopatik</li>
</ol>
<p>Dampak yang ditimbulkan oleh kondisi patologis diatas terhadap kelenjar endokrin dapat berupa:</p>
<ol>
<li>Perubahan bentuk kelenjar tanpa disertai perubahan sekresi hormonal</li>
</ol>
<ol>
<li>Peningkatan sekresi hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin sering diistilahkan dengan hiperfungsi kelenjar.</li>
</ol>
<ol>
<li>Penurunan sekresi hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin, dan diistilahkan dengan hipofungsi kelenjar.</li>
</ol>
<p>Adanya hubungan timbal balik antara kelenjar hipofise sebagai master of gland dengan kelenjar targetnya, hipofise terhadap hipotalamus serta jaringan atau organ sasaran dengan kelenjar target, memungkinkan penyebab dari suatu kasus dapat lebih dari satu; artinya mungkin saja penyebab ada pada jaringan/organ sasaran, atau pada kelenjar target, ataupada kelenjar hipofise atau hipotalamus. Oleh karena itu, untuk tujuan kemudahan dalam penanggulangannya maka dalam setiap kasus akan di dipaparkan kemungkinan penyebabnya baik yang bersifat primer, sekunder,atau tertier.</p>
<p>penyebab yang bersifat primer bila penyebabnya ada pada kelenjar penghasil hormon itu sendiri. Bersifat sekunder, bila penyebabnya ada pada kelenjar di atasnya. Bersifat tertier, bila penyebabnya di luar primer dan sekunder seperti penggunaan obat-obatan tertentu ataupun kelainan pada organ tubuh tertentu yang dapat mempengaruhi fungsi kelenjar.Seperti bila terjadi peningkatan ACTH (hormon hipofise) pada serum yang akan menyebabkan hiperfungsi kelenjar adrenal sehingga terjadi hipersekresi hormon-hormon adrenal maka penyebabnya disebut sekunder.Disebut penyebab primer bila penyebapnya ada pada kelenjar adrenal sendiri. Disebut tertier bila penyebabnya diluar kedua penyebab diatas. Misalnya, pengunaan obat-obatan yang dapat merangsang ACTH atau merangsang sekresi hormon adrenal. Untuk pemahaman yang lebih baik tentang patofisiologi berbagai kelainan endokrin, ada dua hal utama yang harus dipahami dengan baik.Efek dari setiap hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin terhadap jaringan endokrin dan terhadap jaringan atau organ sasarannya.Fungsi organ/jaringan sasaran dari setiap hormon.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudyregobiz.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudyregobiz.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudyregobiz.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudyregobiz.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudyregobiz.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudyregobiz.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudyregobiz.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudyregobiz.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudyregobiz.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudyregobiz.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudyregobiz.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudyregobiz.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudyregobiz.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudyregobiz.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=47&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/12/18/sistem-endokrin-pada-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b286cca071f9fd38ee23090604c0a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">regobiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Saraf Pada Manusia</title>
		<link>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/12/04/sistem-saraf-pada-manusia/</link>
		<comments>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/12/04/sistem-saraf-pada-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 05:53:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>regobiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tubuh manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Saraf]]></category>
		<category><![CDATA[sistem organ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudyregobiz.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Sistem saraf adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menerima dan merespon rangsangan. Terdiri dari otak, saraf tulang belakang, simpul-simpul syaraf dan serabut syaraf. Susunan saraf manusia merupakan bagian tubuh yang paling kompleks dan dibentuk oleh lebih dari 100 juta sel saraf (neuron), dan didukung oleh sel-sel glia yang jumlahnya lebih banyak. Rata-rata setiap neuron memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=39&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem saraf adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menerima dan merespon rangsangan. Terdiri dari otak, saraf tulang belakang, simpul-simpul syaraf dan serabut syaraf.</p>
<p>Susunan saraf manusia merupakan bagian tubuh yang paling kompleks dan dibentuk oleh lebih dari 100 juta sel saraf (neuron), dan didukung oleh sel-sel glia yang jumlahnya lebih banyak. Rata-rata setiap neuron memiliki sekurang-kurangnya seribu hubungan dengan neuron lain, membentuk suatu system komunikasi yang kompleks.</p>
<p>Neuron mengadakan komunikasi yang cepat antara kelompok-kelompok sel yang diatur secara serial, sehingga memungkinkan penghantaran informasi yang cepat melewati jarak yang jauh.</p>
<p>Jaringan saraf tersebar di seluruh tubuh berupa jalinan komunikasi terpadu. Secara anatomis, susunan saraf dibagi dalam susunan saraf pusatyang terdiri atas otak dan medulla spinalis; dan susunan saraf tepi yang terdiri atas serat saraf dan kumpulan kecil sel-sel saraf yang disebut ganglion saraf.</p>
<p>Secara struktural, jaringan saraf terdiri atas dua golongan sel: sel saraf, atau neuron, yang biasanya memiliki juluran-juluran panjang; dan beberapa jenis sel glia, yang memiliki juluran-juluran pendek, yang menunjang dan melindungi neuron dan berperan serta dalam aktivitas neural, nutrisi neural, dan proses pertahanan dari susunan saraf pusat.</p>
<p>Neuron berespon terhadap perubahan (stimulus) lingkungan dengan mengubah perbedaan potensial yang ada antara permukaan luar dan dalam dari membrane. Sel-sel dengan sifat ini (mis. Neuron, sel otot, beberapa sel kelenjar) disebut dapat dirangsang (excitable) atau dapat diganggu (irritable). Neuron segera bereaksi terhadap stimulus dan modifikasi potensial listrik dapat terbatas pada tempat yang mnerima stimulus atau dapat disebarkan ke seluruh bagian neuron oleh membrane. Penyebaran ini disebut potensial aksi atau implus saraf, mampu melintasi jarak yang jauh; implus saraf meneruskan informasi ke neuron lain,otot dan kelenjar.</p>
<p>NEURON</p>
<p>Sel saraf, atau neuron, adalah satuan anatomis dan fungsional independent dengan ciri morfologis majemuk. Mereka berperan pada penerimaan, penghantaran dan pemrosesan rangsang; pencetus aktivitas sel tertentu; dan pelepas neurotransmitter dan molekul-molekul penyampai informasi lainnya.</p>
<p>Sebuah neuron mempunyai badan sel (cell body) atau perikarion, yang relative besar yang mengandung nucleus dan berbagai ragam organel seluler lainnya. Merupakan pusat trofik untuk seluruh sel saraf dan juga peka terhadap rangsang. Neuron memiliki penjuluran mirip serat yang disebut prosesus, sehingga sel mampu mencapai jarak yang jauh untukmenghantarkan pesan. Ada dua jenis penjuluran neural yang umum: dendrit, yang merupakan juluran-juluran panjang dikhususkan untuk menerima stimulus dari lingkungan, dari sel apitelial sensoris, atau dari neuron lain dan kemudian mengirimkan sinyal dari ujungnya ke seluruh bagian lain neuron; dan akson, yang merupakan juluran tunggal yang dikhususkan untuk membangkitkan atau menghantar implus saraf ke sel lain melalui ujung neuron. Akson juga dapat menerima informasi dari neuron lain; informasi ini terutama mengubah penghantaran potensial aksi ke neurom lain. Bagian distal akson umumnya bercabang dan membentuk cabang-cabang terminal. Setiap cabang ini berakhir pada sel berikutnya berupa pelebaran yang disebut pentol akhir (bouton), yang membentuk struktur yang disebut sinaps. Sinaps meneruskan informasi kepada sel berikut dalam sirkuit.</p>
<p>Neuron dan julurannya mempunyai bentuk dan ukuran yang sangat berfariasi. Berdasarkan ukuran dan bentuk julurannya neuron dapat dibagi menjadi: neuron multipolar, yang memiliki lebih dari 2 juluran, satu adalah akson dan lainnya adalah dendrite; neuron bipolar, dengan satu akson dan satu dendrite; dan neuron pseudounipolar, yang memiliki satu juluran dekat perikarion yang bercabang menjadi 2 cabang. Juluran itu berbentuk huruf T, dengan satu cabang meluas ke ujung perifer dan satu lagi kea rah susunan saraf pusat (gambar). Padaneuron pseudounipolar, rangsangan yang diambil oleh dendrit labgsung menuju akson terminal tanpa melewati perikarion.</p>
<p>Hampir semua neuron dalam tubuh adalah multipolar. Neuron bipolar ditemukan dalam ganglion koklearis dan vestibularis selain dalam retina dan mukosa olfaktorius. Neuron pseudounipolar terdapat dalam ganglion spinal, yang merupakan ganglion sensoris dalam akar dorsal nervus spinalis; mereka juga ditemukan dalam hampir semua ganglion cranial.</p>
<p>Neuron dapat pula digolongkan berdasarkan peran fungsionalnya. Neuron motoris (eferen) mengendalikan organ efektor seperti seret otot dan kelenjar eksokrin dan endokrin. Neuron sensoris (aferen) terlibat daam penerimaan stimulus sensoris dari lingkungan dan dari dalam tubuh. Interneuron mengadakan hubungan sesame neuron, membentuk rantai atau sirkuit fungsional kompleks (seperti pada retina).</p>
<p>Dalam susunan saraf pusat, badan sel-sel saraf hanya terdapat dalam substansi kelabu. Substansi putih mengandung juluran-juluranneuron tanpa perikarion. Dalam susunan saraf tepi ditemukan perikarion dalam ganglion dan dalam beberapa daerah sensoris (misalnya mukosa olfaktoris).</p>
<p><strong>Badan Sel atau Perikarion</strong></p>
<p>Perikarion adalah bagian neuron yang mengandung inti dan sitoplasma di sekelilingnya, tidak termasuk juluran-juluran sel. Ia terutama merupakan pusat trofik, ia juga memiliki kemampuan reseptif. Perikarion kebanyakan neuron menerima sejumlah besar ujung saraf yang membawa stimulus pembangkit atau penghambat yang timbul dalam sel-sel saraf lain.</p>
<p>Sel saraf pada umumnya memiliki inti yang bulat, amat besar, eukromatik (pucat) dengan anak inti yang jelas. Sel saraf binukleus tampak pada ganglion simpatis dan sensoris. Kromatinnya halus merata, hal ini mencerminkan aktivitas sel-selnya yang besar.</p>
<p>Perikarion banyak mengandung reticulum endoplasma kasar yang berkembang baik, tersusun berupa argegat dari sisterna parallel. Dalam sitoplasma diantara sisterna terdapat banyak poliribosom, hal ini memberi kesan bahwa sel-sel ini membuat protein structural dan protein untuk ditransport. Keduanya tampak sebagai daerah bergranul basofilikyang disebut badan nissl. Jumlah badan nissl berfariasi sesuai jenis neuron dan keadaan fungsinya. Banyak terdapat terutama dalam sel saraf besar seperti neuron motoris. Kompleks golgi hanya terdapat pada perikarion dan terdiri atas deretan sisterna licin dan parallel di sekitar tepian inti. Di dalam neuron juga terdapat mitokondria, terutama banyak terdapat dalam terminal akson.</p>
<p>Neurofilamen (filament menengah dengan garis tengah 10 nm), banyak terdapat dalam perikarion dan juluran sel.</p>
<p><strong>Dendrit dan Akson</strong></p>
<p>Dendrit (Yn. Dendron, pohon) biasanya pendek dan bercabang-cabang seperti pohon. Kebanyakan sel saraf memiliki banyak dendrite, yang sangat memperluas daerah reseptif sel. Percabangan dendrite memungkinkan sebuah neuron untuk menerima dan memadukan sejumlah besar terminal akson dari sel-sel saraf lain.</p>
<p>Komposisi sitoplasma dendrit serupa dengan yang terdapat pada perikarion. Bedanya, pada dendrit tidak ditemukan kompleks golgi.</p>
<p>Neuron pada umumnya hanya memiliki satu akson, beberapa bahkan tidak memiliki akson, hanya sedikit. Akson adalah juluran silindris dengan panjang dan garis tengah bervariasi sesuai jenis neuronnya. Akson umumnya sangat panjang. Semua akson bermula dari daerah berbentuk pyramidyang disebut akson hilok yang keluar dari perikarion. Membrane plasma akson disebut aksolema (Yn. Akson+elema, selubung), yang berisi aksoplasma.</p>
<p>Pergerakan Molekuler</p>
<p>Di sepanjang akson terdapat transport dua arah molekul kecil dan besar. Transport tersebut yaitu:</p>
<p><strong>a. Aliran Anteregrad</strong></p>
<p>Makromolekul dan organel-organel disintesis pada perikarion dan ditransport secara berkesinambungan di sepanjang akson sampai bagianterminal.</p>
<p>Aliran ini terdapat dalam tiga kecepatan yang berbeda. Aliran lambat (beberapa mm per hari) mentranspor protein dan mikrofilamen. Aliran sedang mentransport mitokondria, dan aliran cepat (100 kali lebih cepat) mentransport bahan-bahanyang terkandung dalam vesikel yang diperlukan pada terminal akson selama transmisi neuron.</p>
<p><strong>b. Aliran Retrograd</strong></p>
<p>Secara simultan, aliran yang mentransport sejumlah molekul, termasuk materi yang diambil lewat endositosis (termasuk virus-virus dan toksin), berlangsung dalam arah yang berlawanan.</p>
<p>Protein yang berhubungan dengan aliran akson yaitu dynein, suatu protein dengan aktivitas ATPase yang berada dalam mikrotubul (berhubungan dengan aliran retrograd); dan kinesin, suatu mikrotubul yang diaktifkan oleh ATPase, yang bila berkontak dengan vesikel dapat meningkatkan aliran anterograd dalam akson.</p>
<p><strong>Hubungan Sinaps</strong></p>
<p>Sinaps berasal dari bahasa Yunani synapsis yang artinya penyatuan adalah tempat neuron-neuron saling berkontak atau antara neuron dan sel efektor lainnya (otot dan sel kelenjar). Sinaps sangat berperan pada penghantaran satu arah dari implus saraf. Hampir semua sinaps menghantarkan implus lewat pelepasan neurotransmitter pada terminal akson, berupa substansi kimiawi yang menginduksi perpindahan implus saraf ke neuron lainnya atau ke sebelah sel efektor. Sinaps dibentuk oleh suatu terminal akson (terminal prasinaps) yang menghantarkan implus, bagian lain tempat implus baru dibentuk (terminal pascasinaps) dan suatu celah sempit intraseluler yang disebut celah sinaps (gambar).</p>
<p>Sinaps berdasarkan perhubungannya dapat dibedakan menjadi: sinaps aksosomatik, bila akson membentuk sinaps dengan sel tubuh; aksodendritik, bila akson membentuk sinaps dengan dendrite; aksoaksonik, bila akson membentuk sinaps dengan sesama akson (gambar).</p>
<p>Sinaps terdiri atas dua jenis:</p>
<p><strong>Sinaps Listrik</strong></p>
<p>Sinaps listrik memungkinkan potensial aksi merambat secara langsung dari sel presinaps ke sel pascasinaps. Sel-sel itu dihubungkan oleh persambungan longgar, yaitu saluran antar sel yang mengalirkan ion potensial aksi lokal agar mengalir antar neuron. Hal ini memungkinkan implus merambat dari satu neuron ke neuron lain tanpa penundaan dan tanpa kehilangan kekuatan sinyal. Senapsis listrik dalam SSP vertebrata menyelaraskan aktivitas neuron yang bertanggung jawab atas semua pergerakan yang cepat dan has</p>
<p><strong>Sinaps Kimiawi</strong></p>
<p>Pada sinaps kimiawi, sebuah ce;ah sempit, celah sinaptik (synaptic cleft), memisahkan sel prasinaptik dari sel pascasinaptik. Adanya celah tersebut menyebabkan sel-sel tidak dapat dikopel secara elektrik, dan potensial aksi yang terjadi pada sel prasinaptik tidak dapat dirambatkan secara langsung ke membran sel pascasinaptk. Karnanya, maka terjadilah suatu rangkaian kejadian yang mengubah sinyal listrik potensial aksi yang tiba di terminal sinaptik menjadi sinyak kimiawi yang mengalir melewati sinapsis, kemudian sinyal kimiawi tersebut diubah kembali menjadi sinyal listrik pada sel pascasinaptik.</p>
<p>Hampir semua sinaps merupakan sinaps kimiawi dan menghantarkan implus saraf melalui neurotransmitter. Sangat sedikit sinaps menghantarkan implus melalui hubungan celah (gap junction) yang melewati membrane pre- dan pasca sinaps, sinaps listrik, ion-ion melewati hubungan celah dengan bebas dan menghantarkan implus saraf secara langsung.</p>
<p>Sinaps memiliki struktur yang kaku, hal ini disebabkan karena membran plasma pada daerah pre- dan pasca sinaps diperkuat dan tmpak lebih tebal dari membrane yang berdekatan dengan sinaps. Pada beberapa keadaan membrane pre- dan pasca sinaps diikat oleh jembatan pada tempat sinaps. Terminal prasinaps selalu mengandung vesikel-vesikel sinaps dan banyak mitokondria. Mitokondria berfungsi menyediakan energi untuk aktivitas sinaps. Vesikel mengandung neurotransmitter.</p>
<p>SEL-SEL PENDUKUNG (GLIA)</p>
<p>Sel-sel glia memegang peranan sangat penting dalam menunjang neuron. Sel ini sangat penting bagi integritas struktur system saraf dan bagi fungsi normal neuron. Jumlahnya melebihi neuron mulai dari sepuluh kali sampai lima puluh kali lebih banyak daripada neuron. Sel-sel glia mengelilingi perikarion, akson dan dendrite, selain itu mereka huga terdapat pada ruang interseluler. Sel-sel glia</p>
<p>menyediakan lingkungan mikro yang sesuai untuk aktivitas neuron.</p>
<p>Sel-sel glia dapat digolongkan menurut asal dan fungsinya antara lain:</p>
<p><strong>Oligodendrosit</strong></p>
<p>Oligodendrosit (oligos, kecil + dendron + kytos, sel) menghasilkan selubung myelin yang membentuk penyekat listrik dari neuron pada susunan saraf pusat (gambar). Sel-sel ini memiliki sedikit juluran yang membungkus akson, membentuk suatu selubung myelin.</p>
<p><strong>Sel Schwan</strong></p>
<p>Memiliki fungsi yang sama seperti oligodendrosir namun ia berlokasi di sekitar akson pada susunan saraf perifer. Suatu sel scgwan membentuk myelin di sekeliling satu akson, hal ini berbeda dengan oligodendrosit yang dapat bercabang dan melayani lebih dari satu neuron dan julurannya (9.23). Jadi oligodendrosit (dalam SSP) dan sel schwan (dalam SST) membentuk selubung myelin yang menginsulasi daerah sekitar akson.</p>
<p>Neuron akan dibungkus myelin dalam sistemsaraf yang sedang berkembang ketika sel schwan atau oligodendrosit tumbuh di sekitar akson sedemikian rupa sehingga membrane plasmanya membentuk lapisan kosentris (melilit). Membrane itu sebagian besar disusun oleh lipid, yang merupakan konduktor arus listrik yang buruk. Dengan demikian selubung myelin memberikan insulasi listrik pada akson, analog dengan insulasi plastic yang membungkus kabel tembaga.</p>
<p><strong>Astrosit</strong></p>
<p>Astrosit (astron, bintang + kytos) merupakan sel dengan bentuk seperti bintang kerena memiliki juluran yang memancar. Sel ini mempunyai banyak filament yang terbuat dari protein asam fibriler glia yang memperkuat strukturnya. Astrosit mengikat neuron pada kapiler dan pada pia meter (jaringan ikat tipis yang membungkus SSP). Astrosit dengan beberapa juluran panjang disebut astrosit fibrosa dan berlokasi di substansia putih (white metter), dan astrosit protoplasmatis, dengan banyak cabang-cabang pendek ditemukan dalam substansi kelabu (9.13)</p>
<p>Astrosit berpartisipasi dalam pengendalian lingkungan ionic dan kimiawi neuron. Astrosit juga memegang peranan dalam pengendalian banyak fungsi SSP. Disamping itu astrosit dapat mempengaruhi kelangsungan hidup neuron dan aktivitasnya, tidak hanya melalui kemampuannya untuk mengatur konstituen dari lingkungan ekstraseluler, tetapi juga karena mereka melepaskan substrat-substrat metabolik dan molekul-molekul neuroaktif. Dan akhirnya, astrosit juga membentuk komunikasi langsung dengan yang lainnya lewat hubungan celah (gap junction), membentuk suatu jaringan dimana informasi dapat berjalan dari satu titik ke titik lain dalam jarak jauh.</p>
<p><strong>Sel Ependim</strong></p>
<p>Sel ini merupakan sel epitel kolumner rendah bersilia yang melapisi rongga-rongga pada susunan saraf pusat.</p>
<p><strong>Mikroglia</strong></p>
<p>Mikroglia (micros, kecil + glia) adalah sel kecil yang bentuknya memanjang dengan juluran-juluran pendek yang ireguler (9.13). Inti selnya panjang dan padat, berbeda dengan inti sel-sel glia lainnya yang berbentuk bulat. Mikroglia, sel fagosit yang mewakili susunan fagosit mononukleus pada jaringan saraf, berasal dari sel prekusor dalam sumsum tulang. Mereka terlibat dalam proses inflamasi dan proses pembentukan SSP orang dewasa, mereka juga menghasilkan dan melepaskan radikal protease dan oksidatif netral. Bila diaktifkan, mikroglia berperan sebagai sel pengenal antigen (antigen presenting cell).</p>
<p>SUSUNAN SARAF PUSAT</p>
<p>Susunan saraf pusat terdiri dari serebrum, serebelum, dan medulla spinalis. System saraf pusat tidak memiliki jaringan ikat sehingga konsistensinya relatif lunak.</p>
<p><strong>Substansi Putih dan Kelabu</strong></p>
<p>Kedua substansia ini terlihat pada potongan melintang serebrum, serebelum, dan medulla spinalis. Perbedaan warna ini disebabkan karana distribusi myelin yang berbeda. Komponen utama dari substansia putih adalah akson yang bermielin dan oligodendrosit yang memproduksi myelin, dan tidak mengandung badan sel neuron.</p>
<p>Substansia kelabu mengandung badan sel neuron, dendrite dan bagian awal dari akson dan sel glia yang tidak bermielin, merupakan daerah timbulnya sinaps. Substansia kelabu biasanya berada pada permukaan serebrum dan serebelum, membentuk korteks serebral dan serebelar, sedangkan substansia putih berada pada daerah yang lebih sentral. Kumpulan nadan sel neuron yang membentuk pulau-pulau substansia kelabu yang dikelilingi oleh substansia putih disebut nuclei. Pada korteks serebri, substansia kelabu terdiri atas enam lapis sel dengan bentuk dan ukuran yang berbeda. Neuron-neuron pada beberapa tempat di korteks serebri mengatur implus aferen (sensorik), dan di tempat lain neuron eferen (motorik) mengaktifkan implus motorik yang mengatur perherakan volunteer.</p>
<p>Korteks serebri memiliki tiga lapisan (gambar): lapisan molekular luar, lapisan tengah yang terdiri dari sel-sel purkinye besar, dan lapisan granular dalam. Sel-sel purkinye memiliki badan sel yang mencolok dengan dendritnya yang berkembang dengan sempurna sehingga menyerupai kipas. Lapisan granular disusun oleh sel-sel yang sangat kecil yang cenderung merata, berbeda dengan lapisan molecular yang kurang padat sel.</p>
<p>Sedangkan pada potongan melintang medulla spinalis substansia putih berada di tepid dan substansia kelabu berada di tengah berbentuk huruf H (9.19). Pada palang horizontal huruf H terdapat lubang yang disebut kanal sentral, yang merupakan sisa dari lumen tabung neural embrionik. Kanal itu dilapisi oleh sel ependim. Substansia kelabu pada bagian kaki dari huruf H membentuk kornu anterior. Kornu ini mengandung neuron motorik yang aksonnya membentuk akar ventral dari saraf spinal. Substansia kelabu juga membentuk kornu posterior (bagian lengan dari huruf H), yang menerima serat sensorik dari neuron di ganglion spinal (akar dorsal). Neuron pada medulla spinalis besar dan multipolar.</p>
<p>MENINGES</p>
<p>Susunan saraf pusat dilindungi oleh tengkorak dan kolumna vertebralis. Disamping itu ia juga dibungkus membrane jaringan ikat yang disebut meninges (9.20). Meninges memiliki beberapa lapisan, dimulai dari lapisan paling luar berturut-turut antara lain terdapat dura meter, araknoid dan pia meter. Araknoid dan piameter saling melekat dan seringkali dipandang sebagai satu membrane yang disebut pia-akarnoid. Berikut akan dijelaskan secara detil satu-persatu.</p>
<p><strong>Dura Meter</strong></p>
<p>Merupakan meninges luar yang terdiri atas jaringan ikat padat yang berhubungan langsung dengan periostium tengkorak. Dura meter yang membungkus medulla spinalis dipisahkan dari periostium vertebra oleh ruang epidural, yang mengandung vena yang berdinding tipis, jaringan ikat longgar dan jaringan lemak.</p>
<p>Durameter dipisahkan dari araknoid oleh celah sempit yang disebut ruang subdural. Epitel gepeng selapis melapisi permukaan dalam dan luar dura meter pada medulla spinalis.</p>
<p><strong>Araknoid</strong></p>
<p>Diambil dari bahasa Yunani arachnoeides, seperti jarring laba-laba. Ia memiliki dua komponen: lapisan yang berkontak dengan dura meter dan sebuah system trabekel yang menghubungkan lapisan itu dengan pia meter. Rongga diantara trabekel disebut rongga subaraknoid, yang terisi cairan cerebrospinal dan terpisah sempurna dari ruang subdural. Ruang ini membentuk bantalan hidrolik yang melindungi SSP dari trauma. Ruang subaraknoid berhubungan dengan ventrikel otak.</p>
<p>Araknoid terdiri atas jaringan ikat tanpa pembuluh darah. Dengan permukaan yang dilapisi oleh epitel gepeng selapis. Araknoid lebih mudah dibedakan dari pia meter karena dalam medulla spinalis araknoid lebih sedikit trabekulanya.</p>
<p>Pada beberapa daerah, araknoid menerobos dura meter, membentuk juluran-juluran yang berakhir pada sinus venosus dalam dura meter. Juluran ini dilapisi oleh sel-sel endotel dari vena, disebut villi araknoid, yang fungsinya sebagai penyerap cairan cerebrospinal ke dalam darah dari sinus venosus.</p>
<p><strong>Pia Meter</strong></p>
<p>Pia meter terdiri atas jaringan ikat longgar yang mengandung banyak pembuluh darah. Ia tidak berkontak dengan sel atau serat saraf meskipun ia terletak cukup dekat dengan jaringan saraf. Di antara pia meter dan elemen neural terdapat lapisan tipis cabang-cabang neuroglia, melekat erat pada pia meter dan membentuk barier fisik pada bagian tepi dari SSP yang memisahkan SSP dari cairan serebrospinal (9.20).</p>
<p>Pia meter menyusuri semua lekuk permukaan SSP dan menyusup ke dalamnya untuk jarak tertentu bersama pembuluh darah. Pia meter dilapisi oleh sel-sel gepeng yang berasal dari mesenkim.</p>
<p>Pembuluh darah menembus SSP melalui terowongan, ruang perivaskular, yang dilapisi oleh pia meter. Pia meter lenyap sebelum pembuluh darah ditransformasi menjadi kapiler. Dalam SSP kapiler darah seluruhnya dilapisi oleh perluasan cabang sel neuroglia.</p>
<p><strong>Sawar Darah-Otak</strong></p>
<p>Sawar darah-otak merupakan barier fungsional yang mencegah masuknya beberapa substansi, seperti anti biotik, bahan kimia dan toksin bakteri, dari darah ke jaringan saraf.</p>
<p>Sawar darah-otak ini terjadi akibat kurangnya permeabilitas yang menjadi ciri kapiler darah jaringan saraf. Taut kedap, yang menyatukan sel-sel endotel kapiler ini secara sempurna, merupakan komponen structural utama dari sawar ini. Sitoplasma sel-sel endotel tidak bertingkap, terlihat sangat sedikit vesikel pinositotik. Perluasan cabang sel neuroglia yang melingkari kapiler ikut mengurangi permeabilitasnya.</p>
<p>PLEKSUS KOROID DAN CAIRAN SEREBROSPINAL</p>
<p><strong>Pleksus Koroid</strong></p>
<p>Merupakan lipatan-lipatan ke dalam dari pia meter yang menyusup ke bagian dalam ventrikel. Berupa struktur vaskular yang terbuat dari kapiler fenestra yang berdilatasi. Terdapat pada tiap vebtrikel ke tiga dan ke empat dan sebagian pada dinding ventrikel lateral.</p>
<p>Pleksusu koroid terdiri atas jaringan ikat longgar dari pia meter, dibungkus oleh epitel kuboid selapis atau silindris yang memiliki karakteristik sitolohi dari sel pengangkut ion.</p>
<p>Pleksus koroid memiliki beberapa fungsi antara lain: fungsi utama pleksus koroid adalah membentuk cairan serebro spinal, yang hanya mengandung sedikit bahan padat dan mengisi penuh ventrikel, kanal sentral dari medula spinalis, ruang araknoid dan ruang perivaskular. Fungsi lainnya adalah ia sangat penting bagi metabolisme SSP dan merupakan alat pelindung, berupa bantalan cairan dalam ruang subaraknoid.</p>
<p>OTAK</p>
<p><strong>Perkembangan Otak</strong></p>
<p>Gelembung-gelembung otak primer terlihat ketika awal bumbung neural embriyo terbentuk. Gelembung-gelembung otak tersebut antara lain: prosenchepalon (otak depan), mesenchepalon (otak tengah), dan rombenchepalon (otak belakang). Prosenchepalon kemudian terbagi menjadi telenchepalon dan dienchepalon, mesenchepalon terus tumbuh tanpa ada pembagian lebih lanjut, sedangkan rombenchepalon kemudian terbagi menjadi metenchepalon dan myelenchepalon.</p>
<p><strong>Metenchepalon dan Myelenchepalon</strong></p>
<p>Myelenchepalon diwakili terutama oleh medulla oblongata. Struktur dorsal otak belakang yang paling mencolok adalah serebelum. Serebelum merupakan evaginasi dorsal dari metenchepalon. Berfungsi untuk mengkoordinasi kerja otot rangka dalam menanggapi implus yang datang.</p>
<p>Serebelum berkembang baik pada aves dan mamalia, karena keduanya memerlukan suatu pusat saraf yang mengkoordinasi kerja otot untuk melakukan kegiatan.</p>
<p>Rongga otak (ventrikel) yang terdapat pada myelenchepalon adalah ventrikel yang ke-4. Atapnya membangun membran tela choroidea yang menggantung ke dalam vebtrikel ke-4 sebagai pleksus koroid posterior.</p>
<p><strong>Mesenchepalon</strong></p>
<p>Pada atap mesenchepalon terlihat adanya sepasang lobus optikus (pada semua vertebrata). Sebagian berfungsi sebagai pusat refleks optic yang menerima serabut saraf dari retina dan otot kepala. Terdapat pula lobus auditori pada bagian kaudal dari lobus optikus di dalam rectum, yang mulai terdapat pada reptilian. Keempat lobus membangun korpora kuadrigemina.</p>
<p>Ventrikel mesenchepalon besar pada ikan dan amphibia, serta menyebar ke dalam lobus optikus. Pada vertebrata tinggi, ventrikel menyempit menjadi suatu saluran yang disebut aquaductus sylvius.</p>
<p><strong>Dienchepalon</strong></p>
<p>Merupakan bagian posterior otal depan. Bagian dorsal dan lateralnya membangun thalamus, sedangkan bagian ventralnya membangun hypothalamus. Di sebelah dorsal tumbuh pineal body, sedangkan di sebelah ventral tumbuh kelenjar hipofisa yang termasuk system endokrin.</p>
<p>Thalamus berfungsi sebagai pusat memproses,</p>
<p>SUSUNAN SARAF TEPI</p>
<p>Komponen utama dari SST adalah serabut saraf, ganglia, dan ujung saraf. Serabut saraf merupakan kumpulan serat saraf yang dikelilingi oleh serangkaian selubung jaringan ikat. Berikut akan dijelaskan secara terperinci.</p>
<p>SERAT SARAF</p>
<p>Serat saraf terdiri atas akson yang dibungkus oleh selubung khusus yang berasal dari ectoderm. Gabungan serat saraf membentuk berbagai lintas pada otak, medulla spinalis, dan saraf tepi.</p>
<p>Serat saraf pada SSP dan SST memiliki perbedaan pada selubung pembungkusnya. Kebanyakan akson pada jaringan saraf dewasa dibungkus oleh satu atau banyak lipatan sel penyelubung. Pada serat saraf tepi sel penyelubung itu adalah sel schwan, sedangkan pada serat saraf pusat adalah oligodendrosit. Serat saraf tanpa myelin umumnya aksonnya bergaris tengah kecil. Sedangkan serat dengan myelin aksonnya lebih tebal dan dibungkus oleh makin banyak lapisan pembungkus kosentris yang membentuk selubung myelin.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Kelainan dan Penyakit Sistem Saraf Manusia</strong></p>
<p>Sistem saraf manusia dapat mengalami gangguan kerja berupa penyakit atau kelainan lainnya. Contoh penyakit pada sistem saraf manusia:</p>
<p style="text-align:left;"><strong>1. Meningitis</strong></p>
<p>Meningitis merupakan peradangan selaput pembungkus otak yaitu meninges. Meningitis disebabkan oleh virus, sehingga dapat menular.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>2. Multiple schlerosis (MS=Sklerosis Ganda atau disseminated sclerosis)</strong></p>
<p>MS merupakan penyakit saraf kronis yang mempengaruhi sistem saraf pusat, sehingga dapat menyebabkan gangguan organ seperti: rasa sakit, masalah penglihatan, berbicara, depresi, gangguan koordinasi dan kelemahan pada otot sampai kelumpuhan.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>3. Nyeri saraf</strong></p>
<p>Nyeri saraf dapat terjadi karena adanya gangguan saraf sensorik maupun motorik. Gejala nyeri saraf sering disertai dengan gejala lain seperti: kehilangan rasa, kebas. urat saraf kejepit dan penyakit urat saraf gangguan metabolik (seperti diabetic neuropaty pada penderita penyakit kencing manis atau diabetes mellitus). Gangguan motorik karena nyeri saraf dari yang ringan (seperti kram) sampai gangguan berat (seperti kelumpuhan).</p>
<p style="text-align:left;"><strong>4. Hidrocephalus</strong></p>
<p>Tanda hidrocephalus berupa pembengkakan kepala karena kelebihan cairan yang ada di sekitar otak. Akibatnya, dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan gangguan organ tubuh.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>5. Penyakit urat saraf terjepit</strong></p>
<p>Penyakit saraf terjepit sering terjadi pada leher, pinggang dan telapak tangan.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>6. Parkinson</strong></p>
<p>Dengan gejala tangan dan kaki gemetar.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>7. Gegar otak</strong></p>
<p>Terjadi karena otak mengalami kerusakan.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>8. Imsomnia atau lupa ingatan sementara</strong>.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>9. Gangguan organ dan fungsinya</strong></p>
<p>Karena kerusakan saraf tulang belakang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudyregobiz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudyregobiz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudyregobiz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudyregobiz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudyregobiz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudyregobiz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudyregobiz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudyregobiz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudyregobiz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudyregobiz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudyregobiz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudyregobiz.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudyregobiz.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudyregobiz.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=39&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/12/04/sistem-saraf-pada-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b286cca071f9fd38ee23090604c0a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">regobiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Otot Pada Manusia</title>
		<link>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/25/sistem-otot-pada-manusia/</link>
		<comments>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/25/sistem-otot-pada-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 01:47:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>regobiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tubuh manusia]]></category>
		<category><![CDATA[otot]]></category>
		<category><![CDATA[sistem organ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudyregobiz.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fugnsi seperti untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot jantung dan otot rangka. Arti definisi / pengertian Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk, struktur dan fungsi yang sama. Jadi jaringan otot adalah sekumpulan sel-sel otot. Untuk menggerakkan anggota tubuh kita, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=34&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem otot adalah sistem tubuh yang memiliki fugnsi seperti untuk alat gerak, menyimpan glikogen dan menentukan postur tubuh. Terdiri atas otot polos, otot jantung dan otot rangka.</p>
<p>Arti definisi / pengertian Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk, struktur dan fungsi yang sama. Jadi jaringan otot adalah sekumpulan sel-sel otot. Untuk menggerakkan anggota tubuh kita, diperlukan sistem otot. Sistem otot terdiri dari beberapa bagian yang saling terpisah yang disebut otot-otot. Sebagian besar otot kita melekat pada kerangka tubuh. Otot dapat mengerut dan dapat juga menegang. Oleh karena itu, susunan otot adalah suatu sistem alat untuk menguasai gerak aktif dan posisi tubuh kita. Pada setiap otot terlihat beberapa empal yang merupakan bagian yang aktif mengerut.</p>
<p>Otot merupakan alat gerak aktif yang mampu menggerakkan tulang, kulit dan rambut setelah mendapat rangsangan. Otot memiliki tiga kemampuan khusus yaitu :</p>
<p>1. kontraktibilitas : kemampuan untuk berkontraksi / memendek</p>
<p>2. Ekstensibilitas : kemampuan untuk melakukan gerakan kebalikan dari gerakan yang ditimbulkan saat kontraksi</p>
<p>3. Elastisitas : kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula setelah berkontraksi. Saat kembali pada ukuran semula otot disebut dalam keadaan relaksasi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut letaknya, otot dibedakan menjadi otot-otot batang badan, otot-otot anggota gerak dan otot-otot kepala. Otot-otot batang badan terdiri dari otot-otot perut, otot-otot punggung, otot-otot dada dan otot-otot leher. Otot punggung tidak terlihat dari permukaan tubuh. Otot punggung berfungsi untuk gerak-gerik tulang belakang. Otot perut terentang antara gelang panggul dan rangka dada. Otot-otot tersebut dapat memendek secara aktif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sedangkan Menurut jenis dasarnya otot terdiri dari :</strong></p>
<p><strong>A. Bagian-bagian otot:</strong></p>
<p>1. Sarkolema</p>
<p>Sarkolema adalah membran yang melapisi suatu sel otot yang fungsinya sebagai pelindung otot</p>
<p>2. Sarkoplasma</p>
<p>Sarkoplasma adalah cairan sel otot yang fungsinya untuk tempat dimana miofibril dan miofilamen berada</p>
<p>3. Miofibril</p>
<p>Miofibril merupakan serat-serat pada otot.</p>
<p>4. Miofilamen</p>
<p>Miofilamen adalah benang-benang/filamen halus yang berasal dari miofibril.Miofibril terbagi atas 2 macam, yakni :</p>
<p>a. miofilamen homogen (terdapat pada otot polos)</p>
<p>b. miofilamen heterogen (terdapat pada otot jantung/otot cardiak dan pada otot rangka/otot lurik).</p>
<p>Di dalam miofilamen terdapat protein kontaraktil yang disebut aktomiosin (aktin dan miosin), tropopin dan tropomiosin. Ketika otot kita berkontraksi (memendek)maka protein aktin yang sedang bekerja dan jika otot kita melakukan relaksasi (memanjang) maka miosin yang sedang bekerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>B. Jaringan otot terdiri dari:</strong></p>
<p><strong>1. Otot Polos (otot volunter)</strong></p>
<p>* Nama lain : otot alat-alat dalam / visceral / musculus nonstriated / otot involunter</p>
<p>* Struktur : bentuk serabut panjang seperti kumparan, dengan ujung runcing, dengan inti berjumlah satu terletak dibagiann tengah.</p>
<p>* Kontraksi : tidak menurut kehendaK atau diluar kendali sistem saraf pusat, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah.</p>
<p>Otot polos adalah salah satu otot yang mempunyai bentuk yang polos dan bergelondong. Cara kerjanya tidak disadari (tidak sesuai kehendak) / invontary, memiliki satu nukleus yang terletak di tengah sel. Otot ini biasanya terdapat pada saluran pencernaan seperti:lambung dan usus.</p>
<p><strong>2. Otot Lurik (otot rangka)</strong></p>
<p>* Nama lain: otot rangka, otot serat lintang (musculus striated) atau otot involunter</p>
<p>* Struktur : serabut panjang, berwarna/lurik dengan garis terang dan gelap, memiliki inti dalam jumlah banyak dan terletak dipinggir</p>
<p>* Kontraksi: menurut kehendak kita (dibawah kendali sistem syaraf pusat), gerakan cepat, kuat, mudah lelah dan tidak beraturan</p>
<p>Otot rangka merupakan jenis otot yang melekat pada seluruh rangka, cara kerjanya disadari (sesuai kehendak), bentuknya memanjang dengan banyak lurik-lurik, memiliki nukleus banyak yang terletak di tepi sel. Contoh otot pada lengan</p>
<p><strong>3. Otot Jantung (otot cardiak)</strong></p>
<p>* Nama lain: Myocardium atau musculus cardiata atau otot involunter</p>
<p>* struktur : Bentuk serabutnya memanjang, silindris, bercabang. Tampak adanya garis terang dan gelap. memiliki satu inti yang terletak di tengah</p>
<p>* Kontraksi: tidak menurut kehendak, gerakan lambat, ritmis dan tidak mudah lelah</p>
<p>Otot jantung hanya terdapat pada jantung. Otot ini merupakan otot paling istimewa karena memiliki bentuk yang hampir sama dengan otot lurik, yakni mempunyai lurik-lurik tapi bedanya dengan otot lurik yaitu bahwa otot lirik memiliki satu atau dua nukleus yang terletak di tengah/tepi sel. Dan otot jantung adalah satu-satunya otot yang memiliki percabangan yang disebut duskus interkalaris. Otot ini juga memiliki kesamaan dengan otot polos dalam hal cara kerjanya yakni involuntary (tidak disadari).</p>
<p>Pada anggota gerak atas kita terdapat otot bahu, otot lengan atas, otot lengan bawah dan otot tangan. Sedangkan otot-otot anggota gerak bawah dapat dibedakan atas otot pangkal paha, otot tungkai atas, otot tungkai bawah dan otot kaki.</p>
<p>Otot kepala terdiri dari otot-otot wajah dan otot kunyah. Otot wajah pada satu atau kedua ujungnya menempel pada kulit sehingga kita dapat menggerakkan kulit wajah (muka) kita. Otot ini disebut juga otot mimik. Otot mimik terkumpul di sekitar mulut, hidung, mata dan telinga, sebagian ke daerah leher dan ke daerah kepala. Otot kunyah melekat pada rahang bawah, diantaranya yaitu otot lidah yang berpangkal pada tulang lidah, rahang bawah dan tengkorak. Otot ini menentukan gerakan lidah kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jenis Dan Macam Gangguan Pada Otot Manusia</strong></p>
<p>Pada manusia terdapat beberapa masalah atau gangguan kesehatan pada otot yang terdapat pada tubuh yaitu :</p>
<p><strong> 1. Kelelahan Otot</strong></p>
<p>Kelelahan otot adalah suatu keadaan di mana otot tidak mampu lagi melakukan kontraksi sehingga mengakibatkan terjadinya kram otot atau kejang-kejang otot.</p>
<p><strong> 2. Astrofi Otot</strong></p>
<p>Astrofi otot adalah penurunan fungsi otot akibat dari otot yang menjadi kecil dan kehilangan fungsi kontraksi. Biasanya disebabkan oleh penyakit poliomielitis.</p>
<p><strong> 3. Distrofi Otot</strong></p>
<p>Distrofi otot adalah suatu kelainan otot yang biasanya terjadi pada anak-anak karena adanya penyakit kronis atau cacat bawaan sejak lahir.</p>
<p><strong> 4. Kaku Leher / Leher Kaku / Stiff</strong></p>
<p>Kaku leher adalah suatu kelainan yang terjadi karena otot yang radang / peradangan otot trapesius leher karena salah gerakan atau adanya hentakan pada leher serta menyebabkan rasa nyeri dan kaku pada leher seseorang.</p>
<p><strong> 5. Hipotrofit Otot</strong></p>
<p>Hipotrofit otot adalah suatu jenis kelainan pada otot yang menyebabkan otot menjadi lebih besar dan tampak kuat disebabkan karena aktivitas otot yang berlebihan yang umumnya karena kerja dan olahraga berlebih.</p>
<p><strong> 6. Hernis Abdominal</strong></p>
<p>Hernis abdominal adalah kelainan pada dinding otot perut yang mengakibatkan penyakit hernia atau turun berok, yaitu penurunan usus yang masuk ke dalam rongga perut.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudyregobiz.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudyregobiz.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudyregobiz.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudyregobiz.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudyregobiz.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudyregobiz.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudyregobiz.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudyregobiz.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudyregobiz.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudyregobiz.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudyregobiz.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudyregobiz.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudyregobiz.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudyregobiz.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=34&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/25/sistem-otot-pada-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b286cca071f9fd38ee23090604c0a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">regobiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Reproduksi Pada Manusia</title>
		<link>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-reproduksi-pada-manusia/</link>
		<comments>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-reproduksi-pada-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>regobiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tubuh manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Reproduksi]]></category>
		<category><![CDATA[sistem organ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudyregobiz.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak. Terdiri dari testis, ovarium dan bagian alat kelamin lainnya. Reproduksi merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jenisnya dan melestarikan jenis agar tidak punah. Pada manusia untuk menghasilkan keturunan yang baru diawali dengan peristiwa fertilisasi. Sehingga dengan demikian reproduksi pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=31&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem reproduksi adalah sistem yang berfungsi untuk berkembang biak. Terdiri dari testis, ovarium dan bagian alat kelamin lainnya.</p>
<p>Reproduksi merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jenisnya dan melestarikan jenis agar tidak punah. Pada manusia untuk menghasilkan keturunan yang baru diawali dengan peristiwa fertilisasi. Sehingga dengan demikian reproduksi pada manusia dilakukan dengan cara generatif atau seksual.</p>
<p>Untuk dapat mengetahui reproduksi pada manusia, kita harus mengetahui terlebih dahulu organ-organ kelamin yang terlibat serta proses yang berlangsung di dalamnya.</p>
<p><strong>- ORGAN REPRODUKSI MANUSIA</strong></p>
<p>a. PRIA</p>
<p>Dibedakan menjadi organ kelamin luar dan organ kelamin dalam.</p>
<p>Organ reproduksi luar terdiri dari :</p>
<p>1              Penis merupakan organ kopulasi yaitu hubungan antara alat kelamin jantan dan betina untuk memindahkan semen ke dalam organ reproduksi betina. Penis diselimuti oleh selaput tipis yang nantinya akan dioperasi pada saat dikhitan/sunat.</p>
<p>2.            Scrotum merupakan selaput pembungkus testis yang merupakan pelindung testis serta mengatur suhu yang sesuai bagi spermatozoa.</p>
<p>Organ reproduksi dalam terdiri dari :</p>
<p>1).           Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormone testosterone. Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut tubulus seminiferus.</p>
<p>2).           Epididimis merupakan saluran panjang yang berkelok yang keluar dari testis. Berfungsi untuk menyimpan sperma sementara dan mematangkan sperma.</p>
<p>3).           Vas deferens merupakan saluran panjang dan lurus yang mengarah ke atas dan berujung di elenjar prostat. Berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis.</p>
<p>4).           Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dana menghubungkan vesikula seminalis engan urethra.</p>
<p>5).           Urethra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi dan terdapat di penis.</p>
<p>Kelenjar pada organ reproduksi pria :</p>
<p>1.            Vesikula seminalis merupakan tempat untuk menampung sperma sehingga disebut dengan kantung semen, berjumlah sepasang. Menghasilkan getah berwarna kekuningan yang kaya akan nutrisi bagi sperma dan bersifat alkali. Berfungsi untuk menetralkan suasana asam dalam saluran reproduksi wanita.</p>
<p>2.            Kelenjar Prostat merupakan kelenjar yang terbesar dan menghasilkan getah putih yang bersifat asam.</p>
<p>3.            Kelenjar Cowper’s/Cowpery/Bulbourethra merupakan kelenjar yang menghasilkan getah berupa lender yang bersifat alkali. Berfungsi untuk menetralkan suasana asam dalam saluran urethra.</p>
<p>b. WANITA</p>
<p>Dibedakan menjadi organ kelamin luar dan organ kelamin dalam.</p>
<p>Organ reproduksi luar terdiri dari :</p>
<p>1.            Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterus dengan tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran persalinan keluarnya bayi sehingga sering disebut dengan liang peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara.</p>
<p>2.            Vulva merupakan suatu celah yang terdapat di bagian luar dan terbagi menjadi 2 bagian yaitu :</p>
<p>3.            Labium mayor merupakan sepasang bibir besar yang terletak di bagian luas dan membatasi vulva.</p>
<p>4.            Labium minor merupakan sepasang bibir kecil yang terletak di bagian dalam dan membatasi vulva.</p>
<p>Organ reproduksi dalam terdiri dari :</p>
<p>1).           Ovarium merupakan organ utama pada wanita. Berjumlah sepasang dan terletak di dalam rongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormon wanita seperti :</p>
<p>•             Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat sekunder pada wanita, serta juga membantu dalam prosers pematangan sel ovum.</p>
<p>•             Progesterone yang berfungsi dalam memelihara masa kehamilan.</p>
<p>2).           Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikeluarkan oleh ovarium.</p>
<p>3).           Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/membesar dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae.</p>
<p>4).           Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya.</p>
<p>5).           Oviduct merupakan saluran panjang kelanjutan dari tuba fallopi. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan bantuan silia pada dindingnya.</p>
<p>6).           Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk seperti buah pir dengan bagian bawah yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah simpleks yaitu dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin. Uterus mempunyai 3 macam lapisan dinding yaitu :</p>
<p>•             Perimetrium yaitu lapisanyang terluar yang berfungsi sebagai pelindung uterus.</p>
<p>•             Miometrium yaitu lapisan yang kaya akan sel otot dan berfungsi untuk kontraksi dan relaksasi uterus dengan melebar dan kembali ke bentuk semula setiap bulannya.</p>
<p>•             Endometrium merupakan lapisan terdalam yang kaya akan sel darah merah. Bila tidak terjadi pembuahanmaka dinding endometrium inilah yang akan meluruh bersamaan dengan sel ovum matang.</p>
<p>7).           Cervix merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit sehingga disebut juga sebagai leher rahim. Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina.</p>
<p>8).           Saluran vagina merupakan saluran lanjutan dari cervic dan sampai pada vagina.</p>
<p>9).           Klitoris merupakan tonjolan kecil yang terletak di depan vulva. Sering disebut dengan klentit.</p>
<p>- GAMETOGENESIS</p>
<p>Merupakan peristiwa pembentukan sel gamet, baik gamet jantan/sel spermatozoa (spermatogenesis) dan juga gamet betina/sel ovum.</p>
<p>1).           Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sel spermatozoa. Dibentuk di dalam tubula seminiferus. Dipengaruhi oleh beberapa hormon yaitu :</p>
<p>a).           Hormon FSH yang berfungsi untuk merangsang pembentukan sperma secara langsung. Serta merangsang sel sertoli untuk meghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) untuk memacu spermatogonium untuk melakukan spermatogenesis.</p>
<p>b).          Hormon LH yang berfungsi merangsang sel Leydig untuk memperoleh sekresi testosterone (yaitu suatu hormone sex yang penting untuk perkembangan sperma).</p>
<p>Berlangsung selama 74 hari sampai terbentuknya sperma yang fungsional. Sperma ini dapat dihasilkan sepanjang usia. Sehingga tidak ada batasan waktu, kecuali bila terjadi suatu kelainan yang menghambat penghasilan sperma pada pria.</p>
<p>2).           Oogenesis merupakan proses pembentukan dan perkembangan sel ovum. Proses oogenensis dipengaruhi oleh beberapa hormon yaitu :</p>
<p>a)            Hormon FSH yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel folikel sekitar sel ovum.</p>
<p>b)            Hormon Estrogen yang berfungsi merangsang sekresi hormone LH.</p>
<p>c)            Hormon LH yang berfungsi merangsang terjadinya ovulasi (yaitu proses pematangan sel ovum).</p>
<p>d)            Hormon progesteron yang berfungsi untuk menghambat sekresi FSH dan LH</p>
<p>Selama 28 hari sekali sel ovum dikeluarkan oleh ovarium. Sel telur ini telah matang (mengalami peristiwa ovulasi). Selama hidupnya seorang wanita hanya dapat menghasilkan 400 buah sel ovum setelah masa menopause yaitu berhentinya seorang wanita untuk menghasilkan sel ovum yang matang Karena sudah tidak dihasilkannya hormon, sehingga berhentinya siklus menstruasi sekitar usia 45-50 tahun.</p>
<p>Setelah ovulasi maka sel ovum akan mengalami 2 kemungkinan yaitu :</p>
<ol>
<li>Tidak terjadi fertilisasi maka sel ovum akan mengalami MENSTRUASI yaitu luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Terjadi secara periodic/sikus. Mempunyai kisaran waktu tiap siklus sekitar 28-35 hari setiap bulannya.</li>
</ol>
<p>Siklus menstruasi terdiri dari 4 fase yaitu :</p>
<p>1.            Fase Menstruasi yaitu peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Dapat diakibatkan juga karena berhentinya sekresi hormone estrogen dan progresteron sehingga kandungan hormon dalam darah menjadi tidaka ada.</p>
<p>2.            Fase Proliferasi/fase Folikuler ditandai dengan menurunnya hormon progesteron sehingga memacu kelenjar hipofisis untuk mensekresikan FSH dan merangsang folikel dalam ovarium, serta dapat membuat hormone estrogen diproduksi kembali. Sel folikel berkembang menjadi folikel de Graaf yang masak dan menghasilkan hormone estrogern yang merangsangnya keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen dapat menghambat sekersei FSH tetapi dapat memperbaiki dinding endometrium yang robek.</p>
<p>3.            Fase Ovulasi/fase Luteal ditandai dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum pada hari ke-14 sesudah mentruasi 1. Sel ovum yang matang akan meninggalkan folikel dan folikel aka mengkerut dan berubah menjadi corpus luteum. Corpus luteum berfungsi untuk menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi untuk mempertebal dinding endometrium yang kaya akan pembuluh darah.</p>
<p>4.            Fase pasca ovulasi/fase Sekresi ditandai dengan Corpus luteum yang mengecil dan menghilang dan berubah menjadi Corpus albicans yang berfungsi untuk menghambat sekresi hormone estrogen dan progesteron sehingga hipofisis aktif mensekresikan FSH dan LH. Dengan terhentinya sekresi progesteron maka penebalan dinding endometrium akan terhenti sehingga menyebabkan endometrium mengering dan robek. Terjadilah fase pendarahan/menstruasi.</p>
<ol>
<li>Terjadi FERTILISASI yaitu peleburan antara sel sperma dengan sel ovum yang telah matang dan menghasilkan zygote. Zygote akan menempel/implantasi pada dinding uterus dan tumbuh berkembang menjadi embrio dan janin. Keadaan demikian disebut dengan masa kehamilan/gestasi/nidasi. Janin akan keluar dari uterus setelah berusia 40 minggu/288 hari/9 bulan 10 hari. Peristiwa ini disebut dengan kelahiran.</li>
</ol>
<p>- Tahapan waktu dalam fertilisasi :</p>
<p>1.            Beberapa jam setelah fertilisasi zygote akan membelah secara mitosis menjadi 2 sel, 4, 8, 16 sel.</p>
<p>2.            Pada hari ke-3 atau ke-4 terbentuk kelompok sel yang disebut morula. Morula akan berkembang menjadi blastula. Rongga blastosoel berisi cairan dari tuba fallopi dan membentuk blastosit. Lapisan dalam balstosit membentuk inner cell mass. Blastosit dilapisi oleh throhpoblast (lapisan terluar blastosit) yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon tembuni/plasenta/ari-ari. Blastosit akan bergerak menuju uterus dengan waktu 3-4 hari.</p>
<p>3.            Pada hari ke-6 setelah fertilisasi throphoblast akan menempel pada dinding uterus/proses implantasi dan akan mengeluarkan hormone HCG (hormone Chorionik gonadotrophin). Hormon ini melindungi kehamilan dengan menstimulasi produksi hormone progesteron dan estrogen sehingga mencegah menstruasi.</p>
<p>4.            Pada hari ke-12 setelah fertilisasi embrio telah kuat menempel pada dinding uterus.</p>
<p>5.            Dilanjutkan dengan fase gastrula, yaitu hari ke-21 palsenta akan terus berkembang dari throphoblast. Mulai terbentuk 3 lapisan dinding embrio. Lapisan dinding embrio inilah yang akan berdiferensisai menjadi organ-organ tubuh. Organ tubuh aka berkembang semakin sempurna seiring bertambahnya usia kandungan.</p>
<p>- Hormon yang berperanan dalam kehamilan :</p>
<p>1.            Progesteron dan estrogen, merupakan hormon yang berperanan dalam masa kehamilan 3-4 bulan pertama masa kehamilan. Setelah itu fungsinya diambil alih oleh plasenta. Hormone estrogen makin banyak dihasilkan seiring dengan bertambahnya usia kandungan karena fungsinya yang merangsang kontraksi uterus. Sedangkan hormon progesterone semakin sedikit karena fungsinya yang menghambat kontraksi uterus.</p>
<p>2.            Prolaktin merupakan hormon yang disekresikan oleh plasenta dan berfungsi untuk memacu glandula mamae untuk memproduksi air susu. Serta untuk mengatur metabolisme tubuh ibu agar janin (fetus) tetap mendapatkan nutrisi.</p>
<p>3.            HCG (hormone chorionic gonadotrophin) merupakan hormone untuk mendeteksi adanya kehamilan. Bekerja padahari ke-8 hingga minggu ke-8 pada masa kehamilan. Hormon ini ditemukan pada urine wania pada uji kehamilan.</p>
<p>4.            Hormon oksitosin merupakan hormone yang berperan dalam kontraksi uterus menjelang persalianan.</p>
<p>- Hormon yang berperanan dalam kelahiran/persalinan :</p>
<p>1.            Relaksin merupakan hormon yang mempengaruhi peregangan otot simfisis pubis</p>
<p>2.            Estrogen merupakan hormon yang mempengaruhi hormon progesteron yang menghambat kontraksi uterus.</p>
<p>3.            Oksitosin merupakan hormon yang mempengaruhi kontraksi dinding uterus.</p>
<p>- Prinsip Kontrasepsi dalam Reproduksi :</p>
<p>Bertujuan untuk mencegah bertemunya sel sperma dengan sel ovum sehingga tidak terjadi fertilisasi. Macam cara dalam kontrasepsi adalah :</p>
<p>1.            Sistem kalender yaitu dengan memperhatikan masa subur wanita.</p>
<p>2.            Secara hormonal yaitu menghambat/menghentikan proses ovulasi.</p>
<p>3.            Kimiawi yaitu dengan menggunakan zat-zat kimia. Seperti spermatosida untuk pria, vaginal douche untuk wanita.</p>
<p>4.            Mekanik yaitu dengan menggunakan alat-alat kontrasepsi.</p>
<p>5.            Sterilisasi yaitu dengan membuat setril organ-organ reproduksi bagian dalam. Seperti vasektomi untuk pria dan tubektomi untuk wanita.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudyregobiz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudyregobiz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudyregobiz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudyregobiz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudyregobiz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudyregobiz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudyregobiz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudyregobiz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudyregobiz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudyregobiz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudyregobiz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudyregobiz.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudyregobiz.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudyregobiz.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=31&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-reproduksi-pada-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b286cca071f9fd38ee23090604c0a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">regobiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Sirkulasi (Peredaran/Transportasi) Pada Manusia</title>
		<link>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-sirkulasi-peredarantransportasi-pada-manusia/</link>
		<comments>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-sirkulasi-peredarantransportasi-pada-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>regobiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tubuh manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Peredaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sirkulasi]]></category>
		<category><![CDATA[sistem organ]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudyregobiz.wordpress.com/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Sistem peredaran atau sistem transportasi adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menjaga tubuh dari penyakit, menyebar sari makanan atau pengedaran berbagai zat yang diperlukan dan oksigen ke seluruh tubuh serta mengangkut zat-zat sisa yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh. Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=29&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem peredaran atau sistem transportasi adalah sistem yang memiliki fungsi untuk menjaga tubuh dari penyakit, menyebar sari makanan atau pengedaran berbagai zat yang diperlukan dan oksigen ke seluruh tubuh serta mengangkut zat-zat sisa yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh. Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu terdiri atas jantung, pembuluh arteri, pembuluh vena, pembuluh kapiler.</p>
<p>Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran limfa (getah bening) dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe.</p>
<p>Pada hewan alat transpornya adalah cairan tubuh, dan pada hewan tingkat tinggi alat transportasinya adalah darah dan bagian-bagiannya. Alat peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah.</p>
<p><strong>- Fungsi darah :</strong></p>
<p>1.        Sebagai alat transport :</p>
<p>-  O2 dari paru-paru diangkut keseluruh tubuh</p>
<p>-  CO2 diangkut dari seluruh tubuh ke paru-paru</p>
<p>-  Sari makanan diangkut dari jonjot usus ke seluruh jaringan yang membutuhkan.</p>
<p>-  zat sampah hasil metabolisme dari seluruh tubuh ke alat pengeluaran.</p>
<p>-  Mengedarkan hormon dari kelenjar endokrin (kalenjar buntu) ke bagian tubuh tertentu.</p>
<p>2.        Mengatur keseimbangan asam dan basa</p>
<p>3.        Sebagai pertahanan tubuh dari infeksi kuman</p>
<p>4.        Untuk mengatur stabilitas suhu tubuh</p>
<p><strong>1. Sel-sel darah (bagian padat)</strong></p>
<p>a.     Eritrosit (sel darah merah)</p>
<p>Tidak berinti, mengandung Hb (protein yang mengandung senyawa hemin dan Fe yang mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2), bentuk bikonkav, dibuat dalam sumsum merah tulang pipih sedang pada bayi dibentuk dalam hati. Dalam 1 mm3 terkandung ± 5 juta eritrosit (laki-laki) dan  ± 4 juta eritrosit (wanita).</p>
<p>Setelah tua sel darah merah akan dirombak oleh hati dan dijadikan zat warna empedu (bilirubin).</p>
<p>b.     Leukosit (leukosit)</p>
<p>Mempunyai inti, setiap 1 mm3 mengandung 6000 – 9000 sel darah putih, bergerak bebas secara ameboid, berfungsi melawan kuman secara fagositosis, dibentuk oleh jaringan retikulo endothelium disumsum tulang untuk granulosit dan kelenjar limpha untuk agranulosit.</p>
<p>c.      Trombosit (sel darah pembeku)</p>
<p>Tidak berinti dan mudah pecah, bentu tidak teratur, berperan dalam pembekuan darah, keadaan normal 1 mm3 mengandung 200.000 – 300.000 butir trombosit. Untuk keperluan tertentu, misal dalam proses pengambilan darah dari donor, maka pembekuan darah dapat dihindarkan dengan jalan  :</p>
<p>-          Mendinginkan darah mendekati titik bekunya. Tujuannya untuk menhalangi pembentukan trombin.</p>
<p>-          Memberi garam natrium oksalat atau natrium sitrat. Tujuan mengendapkan ion Ca, sehingga pengubahan protrombin menjadi trombin terhambat.</p>
<p>-          Pemberian heparin atau dikumarol yang merupakan zat antikoagulan (anti pembekuan darah). Zat ini digunakan untuk mencegah pembekuan darah dalam transfusi darah dan pada saat operasi.</p>
<p>-          Mencegah persentuhan dengan permukaan yang kasar, misal menggunakan alat pengambil darah yang sangat tajam dan permukaan alat yang licin dan halus.</p>
<p><strong>2. Plasma darah (cairan darah)</strong></p>
<p>a.      Protein, meliputi :</p>
<p>-  fibrinogen       : untuk pembekuan darah</p>
<p>-  albumin            : menjaga tekanan osmotik darah</p>
<p>-  globulin            : membentuk zat kebal / zat antibody</p>
<p>Berdasarkan kerjanya zat anti dibedakan :</p>
<p>-  prepsipitin       : kerjanya menggumpalkan darah</p>
<p>-  lisin                     : memecah antigen</p>
<p>-  antitoksin        : menetralkan racun</p>
<p>b.     Sari-sari makanan, meliputi :</p>
<p>-  glukosa</p>
<p>-  asam amino</p>
<p>-  asam lemak</p>
<p>-  gliserin</p>
<p>c.      Garam mineral, meliputi :</p>
<p>-  kation  :  Na+, K++, Ca++, Mg++</p>
<p>-  anion   :  Cl-, HCO3-, PO4-</p>
<p>d.     Zat hasil produksi sel, meliputi :</p>
<p>-  hormon</p>
<p>-  enzim</p>
<p>-  antibodi</p>
<p>e.      Zat hasil sisa metabolisme, meliputi :</p>
<p>-  urea dan asam urea</p>
<p>f.      Gas-gas pelepasan, meliputi  :</p>
<p>-  O2, CO2, N2</p>
<p><strong>- Alat Peredaran Darah</strong></p>
<p>Alat peredaran darah terdiri atas jantung (cor) dan pembuluh (vasa darah).</p>
<p>1.     Jantung (cor)</p>
<p>Merupakan alat pemompa darah. Jantung terdiri dari otot jantung (miokardium), selaput jantung (perikardium) dan selaput yang membatasi ruangan jantung (endokardium).</p>
<p>Otot jantung mendapatkan zat makanan dan O2 dari arah melalui arteri koroner. Peristiwa penyumbatan arteri koroner disebut koronariasis. Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel.</p>
<p>-  Atrium (serambi)</p>
<p>Merupakan ruangan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena). Atrium kanan (dekter) dan atrium kiri (sinister) terdapat katup valvula bikuspidalis. Pada fetus antara atrium kanan danatrium kiri terdapat lubang disebut foramen ovale.</p>
<p>-  Ventrikel (bilik)</p>
<p>Ventrikel mempunyai otot lebih tebal dari atrium, dan ventrikel kiri lebih tebal daripada ventrikel kanan, karena berfungsi memompakan darah keluar jantung.  Antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri terdapat katup valvula trikuspidalis.</p>
<p>Saat ventrikel berkontraksi, darah dari ventrikel kiri yang kaya O2 dipompakan menuju aorta. Sedangkan darah dari ventrikel kanan yang kaya CO2 dipompakan melalui arteri paru-paru (arteri pulmonalis). Bila ventrikel mengendur (relaksasi) maka jantung akan menerima darah vari vena cava superior, dan vena cava inferior yang kaya CO2 masuk ke dalam atrium kanan. Sedangkan darah dari pembuluh balik paru-paru (vena pulmonalis) yang kaya O2 masuk ke atrium kiri.</p>
<p>Pada jantung yang mengempis (kontraksi) maka tekanan jantung menjadi maksimum disebut sistole. Keadaan jantung yang relaksasi (mengendur) maksimum, maka tekanan ruang jantung menjadi minimum disebut diastole.</p>
<p>Jantung manusia berdenyut kira-kira 70 – 80 kali setiap menit, sehingga dalam sehari ± 100.000 kali. Pada bayi yang baru lahir berdenyut ± 130 setiap menit. Umur 20 tahun  ± 72 / menit dan 45 tahun ± 75 / menit.</p>
<p>2.   Pembuluh darah</p>
<p>-  Pembuluh nadi (arteri) :  pembuluh darah yang membawa darah dari jantung.</p>
<p>-  Pembuluh vena (balik) : pembuluh darah yang membawa darah ke jantung.</p>
<p>Macam-macam peredaran darah  :</p>
<p>1.   Peredaran darah kecil, melalui  :</p>
<p>Ventrikel kanan  -  arteri pulmonalis  -  paru-paru  &#8211; vena pulmonalis  -  atrium kiri atau : Jantung  -  paru-paru  &#8211; jantung</p>
<p>2.   Peredaran darah besar, melalui  :</p>
<p>Ventrikel kiri  -  aorta   -  arteri  -  arteriola  -  kapiler  -  venula  -  vena  -  vena cava superior dan vena cava inferior  -  atrium kanan atau  : Jantung  -  seluruh tubuh  &#8211; jantung</p>
<p>3.   Sistem portae</p>
<p>Darah sebelum masuk kembali ke jantung terlebih dahulu masuk ke dalam suatu organ yang disebut sistem portae.</p>
<p>Pada mamalia/ manusia hanya terdapat satu sistem portae yaitu sistem portae hepatica.</p>
<p><strong>- Pembuluh limpha (pembuluh getah bening)</strong></p>
<p>1.  Pembuluh limpha dada kanan (ductus limfaticus dekster).</p>
<p>Menerima aliran limpha dari daerah kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, lengan kanan yang bermuara di pembuluh balik di bawah selangka kanan.</p>
<p>2.  Pembuluh limpha dada kiri (ductus thoracikus).</p>
<p>Menerima aliran limpha dari bagian lain danbermuara di pembuluh balik di bawah selangka kiri. Pembuluh inimerupakan tempat bermuaranya pembuluh-pembuluh kil atau pembuluh lemak, yaitu pembuluh yang mengumpulkan asam lemak, yang diserap oleh usus.</p>
<p>Pada kelenjar limpha dibuat sel-sel darah putih limfosit yang berperan dalam pemberantasan kuman penyakit.</p>
<p><strong>- Gangguan pada sistem sirkulasi </strong></p>
<p>1. Hemofili                                          : darah sukar membeku akibat faktor keturunan (genetis).</p>
<p>2. Anemia                                            : penyakit kurang darah, akibat kandungan Hb rendah, kurangnya eritrosit atau menurunnya volume darah dari normal.</p>
<p>3. Polistemia                                      : kelebihan eritrosit akibat meningkatnya viskositas (kekentalan) darah</p>
<p>4. Leukimia                                         : kanker darah, akibat bertambahnya leukosit yang tidak terkendali.</p>
<p>5. Leukopenia                                    : menurunnya jumlah leukosit karena infeksi kuman tifus sehingga eritrosit dapat menurun hingga 3000 per mm3.</p>
<p>6. Thalasemia                                     : rendahnya daya ikat eritrosit terhadap O2 karena kegagalan pembentukan haemoglobin (eritrosit pecah). Penyakit ini genetis.</p>
<p>7. Sklerosis                                          : pengerasan pembuluh nadi akibnat endapan senyawa lemak atau zat kapur. Aterosklerosis, bila endapannya lemak. Arteriosklerosis, bila endapannya zat kapur.</p>
<p>8. Trombus &amp; embolus                  : penyakit jantung yang disebabkan oleh penggumpalan di dalam arteri koroner.</p>
<p>9. Koronarialis                                    :  penyempitan arteri koroner pada jantung.</p>
<p>10. Varises                                          : pelebaran pembuluh vena dan umumnya di bentis, sedang yang di     anus disebut ameien (hemoroit).</p>
<p>11. Hipertensi                                    :  tekanan darah tinggi.</p>
<p>12. Hipotensi                                      :  tekanan darah rendah.</p>
<p>13. Eritroblastosis fetalis               : penyakit kuning bayi, karena kerusakan darah bayi yang baru lahir akibat kemasukan aglutinin dari luar.</p>
<p>14. Blue baby                                     : bayi warna biru waktu lahir akibat kelainan jantung (foramen ovale tidak menutup).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudyregobiz.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudyregobiz.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudyregobiz.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudyregobiz.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudyregobiz.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudyregobiz.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudyregobiz.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudyregobiz.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudyregobiz.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudyregobiz.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudyregobiz.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudyregobiz.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudyregobiz.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudyregobiz.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=29&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-sirkulasi-peredarantransportasi-pada-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b286cca071f9fd38ee23090604c0a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">regobiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Pencernaan Pada Manusia</title>
		<link>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-pencernaan-pada-manusia/</link>
		<comments>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-pencernaan-pada-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>regobiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tubuh manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Pencernaan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem organ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudyregobiz.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Sistem perncernaan adalah sistem yang berfungsi untuk melakukan proses makanan sehingga dapat diserap dan digunakan oleh sel-sel tubuh secara fisika maupun secara kimia. Terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, rektum, hati dan pankreas. - MAKANAN Makanan merupakan faktor yang menentukan kesehatan individu. Kita harus tetap makan teratur meskipun sedang tidak nafsu makan . Makanan yang kurang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=27&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem perncernaan adalah sistem yang berfungsi untuk melakukan proses makanan sehingga dapat diserap dan digunakan oleh sel-sel tubuh secara fisika maupun secara kimia. Terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, rektum, hati dan pankreas.</p>
<p><strong>- MAKANAN</strong></p>
<p>Makanan merupakan faktor yang menentukan kesehatan individu. Kita harus tetap makan teratur meskipun sedang tidak nafsu makan . Makanan yang kurang bergizi dan waktu makan yang tidak teratur dapat menyebabkan kesehatan tergganggu.Agar kita dapat memilih makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh, maka perlu pengetahuan tentang fungsi makanan, cara pengolahannya , dan penyajiannya.</p>
<p>A. Fungsi Makanan</p>
<p>Setiap orang memerlukan makanan yang bergizi . Jumlah zat makanan yang kita makan tidak sama, tergantung kebutuhan tubuh. Orang yang bekerja keras dan banyak bergerak, harus cukup mengkonsumsi karbohidrat. Jika pekerjaan telah selesai, jumlah karbohidrat yang dimakan dapat dikurangi. Orang yang sedang dalam masa pertumbuhan, sehabis sakit, menyusui, dan hamil, memerlukan protein yang cukup.</p>
<p>Pada saat berlangsung respirasi didalam sel tubuh, terjadi pembakaran atau oksidasi biologi. Oksidasi biologi adalah reaksi antara makanan dengan oksigen. Oksidasi menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan itu digunakan untuk melakukan semua prosese kegiatan, termasuk mempertahankan suhu tubuh .</p>
<p><strong>- SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA</strong></p>
<p>Agar dapat diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh, makanan perlu dicerna terlebih dahulu. Proses pencernaan makanan dibedakan menjadi pencernaan makanan secara mekanis dan kimiawi. Sistem pencernaan makanan terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan terdiri atas mulut, kerongkongann, lambung usus, dan anus. Makanan diserap di usus kemudian di edarkan ke seluruh bagian tubuh. Sisa makanan di keluarkan melalui anus.</p>
<p>1). MULUT</p>
<p>Di dalam mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar pencernaan secara mekanis dan kimiawi.</p>
<p>a. Gigi</p>
<p>Gigi manusia terdiri dari gigi seri, taring, dan geraham. Gigi seri terletak di depan berbentuk seperti kapak yang mempunyai fungsi memotong makanan. Disamping gigi seri terdapat gigi taring. Ggi taring berbentuk runcing yang berguna untuk merobek makanan. Dibelakang gigi taring terdapat gigi geraham yang mempunyai fungsi menghaluskan makanan.</p>
<p>Setiap gigi tersusun atas bagian-bagian Sebagai berikut :</p>
<p>•             Puncak gigi atau mahkota gigi, yaitu bagian yang tampak dari luar.</p>
<p>•             Leher gigi, yaitu bagian gigi yang terlindung di dalam gusi dan merupakan batas antara mahkota dan akar gigi.</p>
<p>•             Akar gigi, yaitu bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.</p>
<p>Lapisan-lapisan gigi terdiri dari email, tulang gigi, semen gigi, dan rongga gigi.</p>
<p>•             Email</p>
<p>Email merupakan lapisan yang keras pada puncak gigi. Email berfungsi melindungi tulang gigi. Jika email rusak, maka gigi akan rusak pula.</p>
<p>•             Tulang gigi</p>
<p>Di lapisan berikutnya terdapat tulang gigi yang terbuat dari dentin. Dentin berupa jaringan berwarna kekuningan.</p>
<p>•             Semen gigi</p>
<p>Di lapisan luar akar gigi terdapat semen gigi atau sementum.</p>
<p>•             Rongga gigi</p>
<p>Di bagian dalam gigi terdapat rongga gigiatau pulpa. Rongga gigi berisi saraf dan pembuluh darah. Lubang yang dalam pada gigi dapat mencapai rongga gigi dan mengenai saraf sehingga menimbulkan nyeri.</p>
<p><strong>- </strong>Susunan gigi</p>
<p>Gigi manusia mulai tumbuh pada bayi berumur kira-kira 6-7 bulan sampai 26 bulan. Gigi pada anak-anak di sebut gigi susu atau sulung. Setelah anak berumur 6 sampai 14 tahun gigi susu tanggal satu persatu dan digantikan dengan gigi tetap. Gigi tersusun berderet pada rahang atas dan bawah. Gigi susu berjumlah 20 buah terdiri atas gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham 8 buah.</p>
<p>Gigi tetap pada orang dewasa berjumlah 32 buah yang terdiri dari gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham depan 8 buah, dan gigi geraham belakang 12 buah. Dengan demikian kalian dapat menemukan perbedaan jumlah antara gigi susu dan gigi tetap.</p>
<p>b. Lidah</p>
<p>Lidah berguna untuk membantu mengatur letak makanan di dalam mulut mendorong makanan masuk ke kerongkongan. Selain itu lidah lidah juga berfungsi untuk mengecap atau merasakan makanan. Pada lidah terdapat daerah-daerah yang lebih peka terhadap rasa-rasa tertentu, seperti asin, masam, manis, dan pahit.</p>
<p>c. Kelenjar lidah</p>
<p>Ludah dihasilkan oleh 3 pasang kelenjar ludah. Kelenjar ludahtersebut adalah kelenjar ludah parotis, kelenjar ludah rahang bawah, kelenjar ludah bawah lidah. Ludah yang dihasilkan dialirkan melalui saluran ludah yang bermuara ke dalam rongga mulut.</p>
<p>Ludah mengandung air, lendir, garam, dan enzim ptialin.enzim ptialin berfungsi mengubah amilum menjadi gula, yaitu maltosa dan glukosa.</p>
<p>2). Kerongkongan</p>
<p>Dari mulut, makanan masuk ke dalam kerongkongan. Kerongkongan merupakan saluran panjang sebagai jalan makanan dari mulut menuju ke lambung. Panjang kerongkongan lebih kurang 20 cm dan diameter lebih kurang 2 cm. kerongkongan dapat melakukan gerakan melebar, menyempit, bergelombang, dan meremas-meremas untuk mendorong makanan masuk ke lambung. Gerak demikian disebut dengan gerak peristaltik. Di esophagus, makanan tidak mengalami pencernaan.</p>
<p>Di sebelah depan kerongkongan terdapat saluran pernapasan yang disebut trakea. Trakea menghubungkan rongga hidung dengan paru-paru. Pada saat kita menelan makanan, ada tulang rawan yang menutup lubang ke tenggorokan. Bagian tersebut dinamakan epiglottis. Epiglottis mencegah makanan masuk ke paru-paru.</p>
<p>3). Lambung</p>
<p>Lambung merupakan suatu kantong yang terletak di dalam rongga perut sebelah kiri di bawah sekat rongga badan. Lambung dapat dibagi menjadi 3 daerah yaitu daerah kardia, fundus, dan pilorus.</p>
<p>o Kardia adalah bagian atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan.</p>
<p>o Fundus adalah bagian tengah, bentuknya membulat.</p>
<p>o Pilorus adalh bagian bawah, daerah yang berhubungan dengan usus 12 jari.</p>
<p>Lambung mempunyai dua otot lingkar, yaitu otot lingkar pardia dan otot lingkar pilorus. Otot lingkar kardia terletak di bagian atas dan berbatasan dengan bagian bawah kerongkongan. Fungsinya adalah untuk mencegah makanan dari lambung agar tidak kembali ke kerongkongan dan mulut. Otot lingkar pilorus hanya terbuka apabila makanan telah tercerna di lambung</p>
<p>Di dalam lambung, makanan dicerna secara kimiawi. Dinding lambung berkontraksi, menyebabkan gerak peristaltik. Gerak peristaltik dinding lambung mengakibatkanmakanan di dalam lambung teraduk-aduk. Di bagian dinding lambung sebelah dalam terdepat kelenjar yang menghasilkan getah lambung.. getah lambung mengandung asam lambung, serta enzim-enzim lain. Asam lambung berfungsi sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengantifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin.pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil.</p>
<p>4). Usus Halus</p>
<p>Usus halus merupakan saluran pencernaan terpanjang yang terdiri dari 3 bagian yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan.</p>
<p>a.            Usus Dua Belas Jari</p>
<p>Bagian usus ini disebut usus dua belas jari karena panjangnya sekitar 12 jari berjajar parallel. Di dalam dindin usus dua belas jari terdapatmuara saluran bersama dari kantong empedu berisi empedu yang dihasilkan oleh hati. Berguna untuk mengemulsikan lemak. Empedu berwarna kehijauan dan berasa pahit.</p>
<p>Pankreas terletak di bawah lambung dan menghasilkan getah pankreas. Getah pankreas mengandung enzim amilase, tripsinogen, dan lipase. Amilase mengubah zat tepung menjadi gula. Tripsinogen merupakan enzim yang belum aktifnamun dapat diaktifkan terlebih dahulu oleh enzim enterokinase yang dihasilkan oleh usus halus. Enzim enterokinase mengubah tripsinogen menjadi tirpsin yang aktif. Tripsin mengubah protein menjadi peptide dan asam amino. Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Zat-zat hasil pencernaan tersebut mudah terserap oleh dinding usus melalui proses difusi dan osmosis. Zat-zat yang belum teruraikan dapat memasuki membran sel usus melalui transport aktif.</p>
<p>b.            Usus Kosong</p>
<p>Panjang usus kosong antara 1,5 sampai 1,75 m. di dalam usus ini makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan dinding usus. Usus kosong menghasilkan getah usus yang mengandung lendir dan bermacam-macam enzim. Enzim-enzim tersebut tersebut dapat memecah molekul makanan menjadi lebih sederhana. Di dalam usus ini makanan menjadi bubur yang lumat dan encer.</p>
<p>c.             Usus Penyerapan</p>
<p>Usus penyerapan panjangnya antara 0,75 sampai 3,5 m. di dalam usus ini terjadi penyerapan sari-sari makanan. Permukaan dinding ileum dipenuhi oleh jonjot usus atau vili. Jonjot usus menyebabkan permukaan permukaan ileum menjadi luas sehingga proses penyerapan sari makanan dapat berjalan baik. Penyerapan sari makanan oleh usus halus disebut absorpsi.</p>
<p>Makanan yang mengalami pencernaan secara kimiawi adalh karbohidrat, protein, dan lemak. Hasil ahir pencernaan karbohidrat adalah glukosa, protein menjadi asam amino, dan lemak menjadi asam lemak dsan gliserol. Vitamin dan mineral tidak mengalami proses pencernaan. Glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral masuk ke dalam pembuluh darah kapiler yang ada dalam jonjot usus. Sari makanan dialirkan bersama makanan melalui pembuluh darah menuju kehati. Glukosa sebagian disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen yang tidak larut dalam air. Sebagian sari makanan yang lain di edarkan ke seluruh sel tubuh melalui pembuluh darah. Asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh kil karena ukuran molekulnya cukup besar. Pembuluh kil adalah pembuluh limfa atau pembuluh getah bening yang ada di daerah usus. Selanjutnya pembuluh kil akan bergabung dengan pembuluh kil lainnya dan akhirnya bermuara pada pembuluh getah bening di bawah tulang selangka</p>
<p>5). Usus Besar, Rektum, dan Anus</p>
<p>Usus besar atau kolon merupakan kelanjutan dari usus halus. Panjang usus besar lebih kurang satu meter. Batas antara usus halus dengan usus besar disebut sekum(usus buntu). Usus buntu memiliki tambahan usus yang disebut umbai cacing (apendiks). Peradangan pada usus tambahan tersebut dinamakan apendisitis dan sering disebut sebagai ”sakit usus buntu”. Usus besar terdiri atas bagian usus yang naik, bagian mendatar, dan bagian menurun.</p>
<p>Fungsi utama usus besar adalah mengatur kadar air sisa makanan. Jika kadar air yang terkandung dalam sisa makanan berlebihan, kelebihan air akan diserap oleh usus besar. Sebaliknya jika sisa makanan kekurangan air, akan diberi tambahan air.</p>
<p>Di dalam usus besar terdapat bakteri pembusuk Escherichia Coli yang membusukkan sisa makanan menjadi kotoran. Dengan demikian kotoran menjadi lunak dan mudah dikeluarkan. Bakteri ini pada umumnya tidak mengganggu kesehatan manusia. Bakteri tsb bahkan ada yang menghasilkan vitamin K dan asam amino tertentu yang berguna bagi manusia.</p>
<p>Bagian akhir usus besar disebut poros usus ( rektum ). Panjang rektum lebih kurang 15 cm. Rektum bermuara pada anus. Anus mempunyai dua macam otot, yaitu otot tak sadar dan otot sadar.</p>
<p>Pada saat sampai di rektum, semua zat yang berguna telah diserap ke dalam darah. Sisanya berupa makanan yang tidak dapat dicerna, bakteri, dan sel-sel mati dari saluran pencernaan makanan. Campuran bahan-bahan tersebut dinamakan feses.</p>
<p>Berbagai penyakit masuk ke tubuh melalui sistem pencernaan makanan. Ini berarti bahwa kebersihan dan kesehatan makanan harus dijaga.</p>
<p><strong>- GANGGUAN DAN KELAINAN PADA SISTEM PENCERNAAN</strong></p>
<p>Banyak faktor penyebab gangguan pada istem pencernaan, antara lain pola makanan yang salah, infeksi bakteri, atau karena adanya kelainan pada alat pencernaan makanan. Beberapa gangguan tersebut antara lain sebagai berikut :</p>
<p>1).           Karies</p>
<p>Terjadi dalam rongga mulut pada gigi yang tidak terawat. Karies terjadi karena adanya penumpukan sisa makanan pada gigi yang difermentasikan oleh bakteri menyebabkan lubang pada gigi.</p>
<p>2).           Sariawan</p>
<p>Diawali dengan timbulnya luka kecil dalam rongga mulut. Bil tidak segera disembuhkan, sariawan dapat mengganggu pencernaan makanan di dalam mulut. Pencegahannya dilakuakan dengan mengkonsumsi vitamin C dalam jumlah yang cukup.</p>
<p>3).           Apendisitis</p>
<p>Yaitu terjadi peradangan bagian apendiks ( umbai cacing ) karena infeksi bakteri.</p>
<p>4).           Diare</p>
<p>Disebabkan oleh protozoa atau bakteri, sehingga terjadi gangguan penyerapan air di usus besar. Akibatnya, ampas makanan yang dikeluarkan berwujud cair.</p>
<p>5).           Enteritis</p>
<p>Peradangan pada usus halus atau usus atau usus besar karena infeksi oleh bakteri.</p>
<p>6).           Konstipasi atau sembelit</p>
<p>Gejalanaya sulit buang air besar karena penyerapan air di kolon terlalu banyak</p>
<p>7).           Ulkus ( radang lambung )</p>
<p>Peradangan pada dinding lambung akibat produksi asam lambung lebih banyak dari jumlah makanan yang masuk atau karena infeksi oleh bakteri.</p>
<p>8).           Parotitis ( gondong )</p>
<p>Peradangan pada kelenjar parotis karena infeksi virus.</p>
<p>9).           Kanker lambung</p>
<p>Penyakit ini disebabkan oleh konsumsi alcohol yang berlebihan, merokok, dan sering mengkonsumsi makanan berbahan pengawet.</p>
<p>10).        Kolitis ( radang usus besar )</p>
<p>Gejalanya berupa diare, kram perut, atau konstipasi, bahkan dapat terjadi luka atau pendarahan di usus.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudyregobiz.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudyregobiz.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudyregobiz.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudyregobiz.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudyregobiz.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudyregobiz.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudyregobiz.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudyregobiz.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudyregobiz.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudyregobiz.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudyregobiz.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudyregobiz.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudyregobiz.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudyregobiz.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=27&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-pencernaan-pada-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b286cca071f9fd38ee23090604c0a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">regobiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Pernapasan (Respirasi) Pada Manusia</title>
		<link>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-pernapasan-respirasi-pada-manusia/</link>
		<comments>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-pernapasan-respirasi-pada-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>regobiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tubuh manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Pernapasan]]></category>
		<category><![CDATA[Respirasi]]></category>
		<category><![CDATA[sistem organ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudyregobiz.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Sistem pernapasan adalah sistem yang memiliki fungsi untuk mengambil oksigen, menyediakan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida ke luar tubuh. Terdiri dari hidung, faring, laring, trakea / trakhea, bronki dan paru-paru. Pernapasan atau respirasi merupakan suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbondioksida hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=25&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem pernapasan adalah sistem yang memiliki fungsi untuk mengambil oksigen, menyediakan oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida ke luar tubuh. Terdiri dari hidung, faring, laring, trakea / trakhea, bronki dan paru-paru.</p>
<p>Pernapasan atau respirasi merupakan suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbondioksida hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Manusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.</p>
<p>Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :</p>
<p>1. Respirasi Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara.</p>
<p>2. Respirasi Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel tubuh.</p>
<p>Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan dengan dua cara pernapasan, yaitu :</p>
<p>1. Respirasi / Pernapasan Dada</p>
<p>- Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut</p>
<p>- Tulang rusuk terangkat ke atas</p>
<p>- Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan.</p>
<p>2. Respirasi / Pernapasan Perut</p>
<p>- Otot difragma pada perut mengalami kontraksi</p>
<p>- Diafragma datar</p>
<p>- Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.</p>
<p>Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air.</p>
<p>Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi</p>
<p>Sistem Pernapasan pada Manusia terdiri atas:</p>
<p>o faring</p>
<p>o trakea</p>
<p>o bronkus</p>
<p>o bronkiouls</p>
<p>o paru-paru</p>
<p>a. Rongga Hidung</p>
<p>Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.</p>
<p>b. Pangkal Tenggorok</p>
<p>Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada waktu menelan makanan, katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katu membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru, misalnya pada waktu kita bicara.</p>
<p>c. Batang tenggorok</p>
<p>Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus).</p>
<p>d. Paru-paru</p>
<p>Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura).</p>
<p>Alveolus dalam paru-paru jumlahnya sangat banyak, lebih kurang 300 juta alveolus. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali lebih besar daripada permukaan tubuh. Alveolus dikekelingi pembuluh-pembuluh kapiler darah.</p>
<p><strong>- Pertukaran Gas dalam Alveolus</strong></p>
<p>Oksigen yang diperlukan untuk oksidasi diambil dari udara yang kita hirup pada waktu kita bernapas. Pada waktu bernapas udara masuk melalu saluran pernapasan dan akhirnyan masuk ke dalam alveolus. Oksigen yang terdapat dalam alveolus berdifusi menembus dinding sel alveolus. Akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat dalam darah menjadi oksihemoglobin. Selanjutnya diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.</p>
<p>Oksigennya dilepaskan ke dalam sel-sel tubuh sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Karbondioksida yang dihasilkan dari pernapasan diangkut oleh darah melalui pembuluh darah yang akhirnya sampai pada alveolus Dari alveolus karbon dioksida dikeluarkan melalui saluran pernapasan pada waktu kita mengeluarkan napas.</p>
<p>Dengan demikian dalam alveolus terjadi pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan karnbondioksida keluar.</p>
<p><strong>- Proses Pernapasan</strong></p>
<p>Bernapas meliputi dua proses yaitu menarik napas atau memasukkan udara pernapasan dan mengeluarkan napas atau mengeluarkan udara pernapasan. Menarik napas disebut inspirasi dan mengeluarkan napas disebut ekspirasi.</p>
<p>Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.</p>
<p>Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mengembang.</p>
<p>Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.</p>
<p><strong>- Kapasitas Paru-paru</strong></p>
<p>Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang dewasa lebih kurang 500 nl. Setelah kita melakukan inspirasi biasa, kita masih bisa menarik napas sedalam-dalamnya. Udara yang dapat masuk setelah mengadakan inspirasi biasa disebut udara komplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.</p>
<p>Setelah kita melakukan ekspirasi biasa, kita masih bisa menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa disebut udara suplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.</p>
<p>Walaupun kita mengeluarkan napas dari paru-paru dengan sekuat-kuatnya ternyata dalam paru-paru masih ada udara disebut udara residu. Volume udara residu lebih kurang 1500 ml. Jumlah volume udara pernapasan, udara komplementer, dan udara suplementer disebut kapasitas vital paru-paru.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudyregobiz.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudyregobiz.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudyregobiz.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudyregobiz.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudyregobiz.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudyregobiz.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudyregobiz.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudyregobiz.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudyregobiz.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudyregobiz.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudyregobiz.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudyregobiz.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudyregobiz.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudyregobiz.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=25&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-pernapasan-respirasi-pada-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b286cca071f9fd38ee23090604c0a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">regobiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Ekskresi (Pengeluaran) pada Manusia</title>
		<link>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-ekskresi-pengeluaran-pada-manusia/</link>
		<comments>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-ekskresi-pengeluaran-pada-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 14:51:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>regobiz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tubuh manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Ekskresi]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran]]></category>
		<category><![CDATA[sistem organ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rudyregobiz.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Sistem ekskresi berfungsi untuk memindahkan hasil metabolisme yang sudah tidak diperlukan ke luar tubuh sehingga sel-sel tubuh dapat menjaga keseimbangannya terhadap lingkungan. Terdiri atas ginjal, paru-paru (karbon dioksida), hati (racun) dan kulit (keringat). Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=22&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem ekskresi berfungsi untuk memindahkan hasil metabolisme yang sudah tidak diperlukan ke luar tubuh sehingga sel-sel tubuh dapat menjaga keseimbangannya terhadap lingkungan. Terdiri atas ginjal, paru-paru (karbon dioksida), hati (racun) dan kulit (keringat).</p>
<p>Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida (CO2), air (H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu.</p>
<p>Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit.</p>
<p>Organ atau alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari:</p>
<p>1. Paru-paru,</p>
<p>2. Hati,</p>
<p>3. Kulit, dan</p>
<p>4. Ginjal.</p>
<p><strong>- PARU-PARU</strong></p>
<p>Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir.</p>
<p>Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura.</p>
<p>- FUNGSI PARU-PARU</p>
<p>Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan KARBONDIOKSIDA (CO2) dan UAP AIR (H2O).</p>
<p>Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung</p>
<p>- KELAINAN-KELAINAN PADA PARU-PARU</p>
<p>Kelainan-kelainan pada paru-paru, diantaranya adalah:</p>
<p>1.            Asma atau sesak nafas, yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernafasan ang diantaranya disebabkan oleh alergi terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis.</p>
<p>2.            Kanker Paru-Paru, yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyebab lain adalah terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum dan radiasi ionisasi. Kelainan ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru.</p>
<p>3.            Emphysema, adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya terisi udara.</p>
<p>- CARA MENGATASI KELAINAN PADA PARU-PARU</p>
<p>Upaya menghindari dan mengatasi kelainan-kelainan pada paru-paru adalah dengan menjalankan pola hidup sehat, diantaranya:</p>
<p>1. Mengatur pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi secara teratur</p>
<p>2. Berolah raga dengan teratur</p>
<p>3. Istirahat minimal 6 jam per hari</p>
<p>4. Mengindari konsumsi rokok, minum minuman beralkohol dan narkoba</p>
<p>5. Hindari Stress</p>
<p><strong>- HATI (HEPAR)</strong></p>
<p>Hati merupakan “kelenjar” terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Letaknya di dalam rongga perut sebelah kanan. Berwarna merah tua dengan berat mencapai 2 kilogram pada orang dewasa. Hati terbagi menjadi dua lobus, kanan dan kiri.</p>
<p>Zat racun yang masuk ke dalam tubuh akan disaring terlebih dahulu di hati sebelum beredar ke seluruh tubuh. Hati menyerap zat racun seperti obat-obatan dan alkohol dari sistem peredaran darah. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan getah empedu.</p>
<p>- FUNGSI HATI</p>
<p>Hati merupakan organ yang sangat penting, berfungsi untuk:</p>
<p>1. Menghasilkan empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah</p>
<p>2. Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit</p>
<p>3. Mengubah zat gula menjadi glikogen dan menyimpanya sebagai cadangan gula</p>
<p>4. Membentuk protein tertentu dan merombaknya</p>
<p>5. Tempat untuk mengubah pro vitamin A menjadi vitamin</p>
<p>6. Tempat pembentukan protrombin yang berperan dalam pembekuan darah</p>
<p>Zat warna empedu hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak tidak langsung dikeluarkan oleh hati, tetapi dikeluarkan melalui alat pengeluaran lainnya. Misalnya, akan dibawa oleh darah ke ginjal dan dikeluarkan bersama-sama di dalam urin.</p>
<p>- KELAINAN-KELAINAN PADA HATI</p>
<p>Gangguan pada hati yang umumnya dijumpai di masyarakat saat ini adalah HEPATITIS atau PENYAKIT KUNING. Disebut demikian karena tubuh penderita menjadi kekuningan, disebabkan zat warna empedu beredar ke seluruh tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh serangan virus yang dapat menular melalui makanan, minuman, jarum suntik dan transfusi darah.</p>
<p>Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati. Penyebab penyakit hepatitis yang utama adalah virus. Virus hepatitis yang sudah ditemukan sudah cukup banyak dan digolongkan menjadi virus hepatitis A, B, C, D, E, G, dan TT.</p>
<p>Beberapa jenis hepatitis yang saat ini harus diwaspadai adalah:</p>
<p>1. Hepatitis A yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (VHA)</p>
<p>2. Hepatitis B yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB)</p>
<p>3. Hepatitis C yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C (VHC)</p>
<p>- MENGATASI KELAINAN-KELAINAN PADA HATI</p>
<p>Cara mengatasi kelainan-kelainan pada hati diantaranya adalah dengan:</p>
<p>1. Pemberian vaksinasi</p>
<p>2. Makan makanan yang sehat</p>
<p>3. Menghindari penggunaan obat-obatan terlarang</p>
<p>4. Berolahraga dengan teratur</p>
<p>5. Sterilisasi penggunaan jarum suntik</p>
<p>6. Menghindari pergaulan bebas (berganti-ganti pasangan)</p>
<p><strong>- KULIT</strong></p>
<p>Seluruh permukaan tubuh kita terbungkus oleh lapisan tipis yang sering kita sebut kulit. Kulit merupakan benteng pertahanan tubuh kita yang utama karena berada di lapisan anggota tubuh yang paling luar dan berhubungan langsung dengan lingkungan sekitar.</p>
<p>- FUNGSI KULIT</p>
<p>Fungsi kulit antara lain sebagai berikut:</p>
<p>- mengeluarkan keringat</p>
<p>- pelindung tubuh</p>
<p>- menyimpan kelebihan lemak</p>
<p>- mengatur suhu tubuh, dan</p>
<p>- tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet</p>
<p>- Proses Pembentukan Keringat</p>
<p>Bila suhu tubuh kita meningkat atau suhu udara di lingkungan kita tinggi, pembuluh-pembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini mengakibatkan banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut. Karena pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air, garam dan sedikit urea oleh kelenjar keringat. Kemudian air bersama larutannya keluar melalui pori-pori yang merupakan ujung dari kelenjar keringat. Keringat yang keluar membawa panas tubuh, sehingga sangat penting untuk menjaga agar suhu tubuh tetap normal.</p>
<p>Kelainan pada kulit yang banyak dialami oleh para remaja adalah jerawat. Ada tiga tipe jerawat, yaitu:</p>
<p>1. Komedo</p>
<p>2. Jerawat biasa</p>
<p>3. Cystic Acne (Jerawat Batu/Jerawat Jagung)</p>
<p>Banyak jenis obat dan perawatan yang ditawarkan untuk menghilangkan jerawat. Namun, sesungguhnya alam sudah menyediakan aneka tanaman yang mampu menghilangkan jerawat. Tanaman-tanaman itu antara lain tomat, jeruk nipis, belimbing wuluh, mentimun, dan temulawak.</p>
<p>- MENGATASI KELAINAN PADA KULIT</p>
<p>Kulit perlu mendapat perawatan yang tepat agar senantiasa sehat. Berikut 4 langkah perawatan kulit yang sangat mendasar:</p>
<p>1. Makan Makanan Yang Mengandung Nutrisi</p>
<p>Kulit seperti juga organ tubuh lain, terdiri atas sel-sel yang berkembang dan membutuhkan berbagai nutrisi. Nutrisi pada kulit digunakan untuk mengaktifkan sirkulasi darah ke kulit, menjaga kelenturan dan kekencangan kulit serta mencegah oksidasi lemak yang menyebabkan kulit menjadi kering.</p>
<p>2. Minum Air Putih Minimal 8 Gelas Setiap Hari</p>
<p>Air berfungsi sebagai media untuk mengangkut dan membuang zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh dan mencegah kekeringan. Selain 8 gelas air segar setiap hari, asupan cairan yang baik bagi kulit bisa didapatkan dari buah dan sayuran.</p>
<p>3. Berolahraga Dengan Teratur</p>
<p>Olahraga teratur 3 kali seminggu akan membantu kelancaran sirkulasi darah, sehingga asupan nutrisi kulit terpenuhi.</p>
<p>4. Mandi Untuk Membersihkan Badan</p>
<p>Mandi secara teratur menggunakan sabun, bermanfaat menghilangkan lemak dan kotoran pada permukaan kulit. Namun kita perlu berhati-hati dalam memilih sabun, karena detergen yang terkandung di dalamnya cenderung meningkatkan pH kulit sehingga dapat menyebabkan kekeringan pada kulit.</p>
<p><strong>- GINJAL</strong></p>
<p>Dunia kedokteran biasa menyebutnya ‘ren’ (renal/kidney). Bentuknya seperti kacang merah, berjumlah sepasang dan terletak di daerah pinggang. Ukurannya kira-kira 11x 6x 3 cm. Beratnya antara 120-170 gram. Struktur ginjal terdiri dari: kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula) dan rongga ginjal (pelvis). Pada bagian kulit ginjal terdapat jutaan nefron yang berfungsi sebagai penyaring darah. Setiap nefron tersusun dari Badan Malpighi dan saluran panjang (Tubula) yang bergelung. Badan Malpighi tersusun oleh Simpai Bowman (Kapsula Bowman) yang didalamnya terdapat Glomerolus.</p>
<p>- FUNGSI GINJAL</p>
<p>1. Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh</p>
<p>2. Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan</p>
<p>3. Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal</p>
<p>4. Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia</p>
<p>5. Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah (SDM)  di sumsum tulang</p>
<p><strong>- PROSES PEMBENTUKAN URINE</strong></p>
<p>Ginjal berperan dalam proses pembentukan urin yang terjadi melalui serangkaian proses, yaitu: penyaringan, penyerapan kembali dan augmentasi.</p>
<p>1. Penyaringan (filtrasi)</p>
<p>Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit), tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan.</p>
<p>Selain penyaringan, di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein plasma. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah, seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan.</p>
<p>Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer, mengandung asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam lainnya</p>
<p>2. Penyerapan kembali (reabsorbsi)</p>
<p>Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea. Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal. Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan seperti penisilin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin.</p>
<p>Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya urea.</p>
<p>3. Augmentasi</p>
<p>Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal, selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin, dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan keluar melalui uretra. Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air, garam, urea dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.</p>
<p>- KELAINAN PADA GINJAL</p>
<p>Kelainan-kelainan pada ginjal diantaranya adalah gagal ginjal dan batu ginjal.</p>
<p>1. Gagal Ginjal</p>
<p>Gagal ginjal merupakan kelainan pada ginjal dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme. Penyebab terjadinya gagal ginjal antara lain disebabkan oleh:</p>
<ol>
<li>Makan makanan berlemak</li>
<li>Kolesterol dalam darah yang tinggi</li>
<li>Kurang berolahraga</li>
<li>Merokok, dan</li>
<li>Minum-minuman beralkohol.</li>
</ol>
<p>- Mengatasi Gagal Ginjal</p>
<p>Kemajuan ilmu pengetahuan, memungkinkan fungsi ginjal digantikan. Penggantian fungsi tersebut dikenal dengan Renal Replacement Therapy (RRT) atau Terapi Pengganti Ginjal (TPG). Ada dua cara TPG, yakni transplantasi/cangkok ginjal dan dialisis/cuci darah . Dialisis/cuci darah dibedakan menjadi:</p>
<p>1. HD (Hemodialisis), dialisis dengan bantuan mesin</p>
<p>2. PD (Peritoneal Dialisis), dialisis melalui rongga perut</p>
<p>2. Batu Ginjal</p>
<p>Urine banyak mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Urin belum tentu dapat melarutkan semua itu. Apabila kita kurang minum atau sering menahan kencing, mineral-mineral tersebut dapat mengendap dan membentuk batu ginjal.</p>
<p>Batu ginjal merupakan kristal yang terlihat seperti batu yang terbentuk di ginjal. Kristal-kristal tersebut akan berkumpul dan saling berlekatan untuk membentuk formasi “batu”. Apabila batu tersebut menyumbat saluran kemih antara ginjal dan kandung kemih, saluran kemih manusia yang mirip selang akan teregang kuat karena menahan air seni yang tidak bisa keluar. Hal itu tentu menimbulkan rasa sakit yang hebat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rudyregobiz.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rudyregobiz.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rudyregobiz.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rudyregobiz.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rudyregobiz.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rudyregobiz.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rudyregobiz.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rudyregobiz.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rudyregobiz.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rudyregobiz.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rudyregobiz.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rudyregobiz.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rudyregobiz.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rudyregobiz.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rudyregobiz.wordpress.com&amp;blog=10403447&amp;post=22&amp;subd=rudyregobiz&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rudyregobiz.wordpress.com/2009/11/18/sistem-ekskresi-pengeluaran-pada-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b2b286cca071f9fd38ee23090604c0a2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">regobiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
